MATA SULSEL, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) dapat lebih tepat sasaran melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Upaya ini dilakukan untuk memperkuat validasi data penerima manfaat agar bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Nonon Sontanie pada Senin (11/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Asisten Daerah (Asda) I Kota Bekasi, Lintong Dianto Putra, menjelaskan bahwa kegiatan DTSEN melibatkan lintas sektor, mulai dari Kementerian Sosial RI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Dinas Sosial Kota Bekasi.
Menurutnya, penerapan DTSEN memungkinkan validasi data penerima bantuan dilakukan secara lebih akurat sehingga penyaluran bansos menjadi tepat sasaran dan berkontribusi pada upaya penuntasan kemiskinan.
“Semua bergerak dengan data valid. Data berdasarkan paripurna. Bantuan tepat sasaran, program pemberdayaan lebih efektif, intervensi pemerintah lebih terukur,” kata Lintong.
Lintong juga meyakini sosialisasi lintas sektor yang dilakukan secara terintegrasi dan terkoordinasi dapat mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Ia menegaskan hal tersebut sejalan dengan visi Kota Bekasi.
“Sesuai visi Kota Bekasi, yaitu nyaman kotanya, sejahtera warganya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Robert Siagian, menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat untuk melapor apabila merasa layak menerima bantuan sosial namun belum terdata.
“Masyarakat yang belum dapat ya melapor. Nantikan divalidasi, verifikasi data, benar layak atau tidak menerima bantuan. Jadi pemuktahiran data dilakukan terus menerus,” katanya.

Tinggalkan Balasan