MATA SULSEL, JAKARTA – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily, menilai media dan jurnalis kini memegang peran penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penyebaran konten di media sosial.
Hal itu disampaikan Ace saat menerima jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang dipimpin Ketua Umum Munir Akmad di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menurut Ace, perkembangan teknologi membuat masyarakat dapat dengan cepat menerima berbagai informasi maupun potongan peristiwa yang terjadi di lapangan. Kondisi tersebut, kata dia, membuat peran media semakin strategis untuk memastikan informasi yang beredar tetap akurat dan terverifikasi.
“Sekarang masyarakat bisa langsung menangkap berbagai kejadian di lapangan melalui media sosial. Di sinilah fungsi media dan jurnalis menjadi penting untuk memverifikasi apakah informasi itu benar atau tidak,” ujar Ace.
Ia menilai, tanpa proses verifikasi yang baik, sebuah informasi berpotensi berkembang liar dan memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Karena itu, media dituntut tetap profesional, adaptif, dan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap pemberitaan.
“Media harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan agar tidak memicu disinformasi maupun konflik sosial,” katanya.
Ace juga menyoroti perubahan bentuk ancaman terhadap ketahanan nasional. Menurutnya, tantangan saat ini tidak lagi semata berupa ancaman fisik atau militer, melainkan perang informasi yang mampu memengaruhi opini publik hingga stabilitas negara.
“Rivalitas antarnegara sekarang bukan hanya soal kekuatan fisik. Perang informasi menjadi bagian yang sangat penting dan harus diwaspadai bersama,” tegasnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keberadaan media yang independen, bertanggung jawab, dan mampu menjaga kualitas informasi di ruang publik. Menurut Ace, pers memiliki posisi strategis sebagai penjaga akal sehat publik sekaligus perekat persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital. (*)

Tinggalkan Balasan