Bahaya Hantavirus, Kadinkes Bekasi: Tidak Menular Antar Manusia

Anggaran Kesehatan Warga Bantargebang Lebih Tinggi dari Kecamatan Lain, Dinkes Bekasi: Kesehatan Jadi Prioritas

MATA SULSEL, KOTA BEKASIPemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengakui penanganan kesehatan masyarakat di sekitar TPST Bantargebang membutuhkan perhatian khusus menyusul tingginya dampak lingkungan dari aktivitas gunung sampah terbesar di Indonesia tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, drh. Satia Sriwijayanti, mengatakan alokasi pelayanan kesehatan bagi warga di sekitar kawasan TPST Bantargebang dibuat lebih besar dibanding wilayah kecamatan lain di Kota Bekasi.

“Untuk daerah sekitar situ memang anggaran kesehatannya lebih besar dibanding kecamatan lain. Upaya pelayanan kesehatan, pemberian vitamin untuk warga sekitar TPST Bantargebang juga lebih besar. Jadi wilayah Bantargebang diprioritaskan,” ujar Satia usai mengikuti apel pagi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (11/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sorotan terhadap TPST Bantargebang yang disebut menjadi salah satu penyumbang emisi gas metana terbesar di dunia.

Menurut Satia, pemerintah sejauh ini telah melakukan berbagai langkah penanganan dampak lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar tempat pembuangan akhir tersebut.

Ia menyebut upaya penanganan tidak hanya dilakukan pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan pemerintah pusat melalui sejumlah program pengelolaan sampah dan pengurangan emisi.

“Mudah-mudahan kegiatan yang bekerja sama dengan Danantara membuat mesin PSEL segera dilakukan,” katanya.

PSEL atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penumpukan sampah sekaligus menekan dampak pencemaran lingkungan di kawasan Bantargebang.

Satia menegaskan persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi masalah bersama yang membutuhkan kesadaran masyarakat.

“Persoalan sampah ini kesalahan kita bersama. Bagaimana caranya kita membatasi penggunaan plastik,” tandasnya.

TPST Bantargebang selama ini menjadi lokasi pembuangan utama sampah dari Jakarta dan sekitarnya dengan volume sampah mencapai ribuan ton per hari.

Kondisi tersebut membuat kawasan tersebut kerap menjadi sorotan terkait dampak lingkungan, pencemaran udara, hingga risiko kesehatan masyarakat sekitar. (Dirham)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *