PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan dalam Coaching Culture di HR Meet & Talk 2026

PMSM Sulsel Dorong Transformasi Kepemimpinan dalam Coaching Culture di HR Meet & Talk 2026

MATA SULSEL, MAKASSAR – Pola kepemimpinan di dunia kerja mulai bergeser. Jika sebelumnya evaluasi dan koreksi menjadi pendekatan utama dalam mengelola karyawan, kini perusahaan didorong membangun budaya kerja yang lebih suportif dan memberdayakan manusia.

Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam HR Meet & Talk 2026 yang digelar PMSM DPD Sulawesi Selatan di Bikin Bikin Creative Hub Nipah Park, Makassar, Selasa (12/5/2026).

Mengusung tema “From Evaluation to Empowerment: Transforming Performance Through Coaching”, forum ini mempertemukan praktisi HR, leader, hingga profesional lintas industri untuk membahas pentingnya coaching culture dalam dunia kerja modern.

Ketua PMSM DPD Sulsel, Disa Rizky Novianty mengatakan perusahaan saat ini tidak lagi cukup hanya memiliki pemimpin yang fokus mengejar target kerja, tetapi juga harus mampu menghadirkan ruang tumbuh bagi timnya.

“Hari ini, perusahaan tidak hanya membutuhkan leader yang mampu mengarahkan pekerjaan, tetapi juga leader yang mampu menghadirkan ruang tumbuh bagi timnya. Coaching menjadi pendekatan yang relevan untuk membangun budaya kerja yang lebih manusiawi, adaptif, dan sustain dalam jangka panjang,” ujar Disa.

Menurutnya, tantangan dunia kerja modern membuat organisasi harus mulai mengubah cara memandang feedback kepada karyawan. Feedback tidak lagi sekadar menjadi alat evaluasi, tetapi juga sarana pemberdayaan agar individu dapat berkembang secara optimal.

Forum tersebut menghadirkan dua praktisi coaching nasional, yakni President of ICF Jakarta Charter Chapter, Bambang Yapri dan Founder Insight Sinergi Talenta, Fauziah Zulfitri.

Dalam pemaparannya, Bambang Yapri menilai masih banyak organisasi yang menggunakan feedback hanya sebagai ruang koreksi kesalahan karyawan.

“Banyak organisasi masih memandang feedback sebagai momen koreksi, padahal ketika feedback dibangun melalui pendekatan coaching, leader tidak hanya membantu memperbaiki performa, tetapi juga membantu individu menemukan potensi terbaiknya,” jelas Bambang.

Ia juga memperkenalkan konsep feedforward yang lebih fokus pada pengembangan masa depan dibanding sekadar membahas kesalahan masa lalu.

Menurut Bambang, pendekatan tersebut mampu menciptakan dialog yang lebih konstruktif, positif, dan mendorong pertumbuhan individu maupun tim secara berkelanjutan.

Sementara itu, Fauziah Zulfitri atau yang akrab disapa Bu Ochi mengatakan kemampuan coaching kini menjadi kompetensi penting bagi para pemimpin modern.

“Leader masa kini dituntut bukan hanya mampu memberi solusi, tetapi juga mampu mengajukan pertanyaan yang memberdayakan. Coaching conversation yang konsisten dapat meningkatkan ownership, engagement, hingga kualitas kolaborasi di dalam tim,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PMSM DPD Sulsel ingin mendorong lahirnya budaya kerja yang lebih kolaboratif dan sehat di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Selain forum diskusi, PMSM Indonesia juga terus memperkuat perannya sebagai organisasi profesi SDM melalui berbagai program pengembangan kompetensi, workshop, coaching, mentoring, hingga strategic networking bagi praktisi HR di Indonesia. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *