MATA SULSEL, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terbuka kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas capaian sektor pangan nasional. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut target swasembada pangan yang sebelumnya ditugaskan kepada Kementerian Pertanian mampu dicapai lebih cepat dari perkiraan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato pada peresmian 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyinggung bahwa dirinya telah memberi target kepada Menteri Pertanian beserta jajaran untuk mengejar swasembada pangan dalam waktu empat tahun, namun capaian itu disebut mampu diraih dalam satu tahun.
“Saya beri target ke Menteri Pertanian dan semua timnya. Saya minta swasembada pangan. Mereka bisa hasilkan dalam satu tahun, saudara-saudara,” ujar Prabowo dalam video tersebut.
Apresiasi Prabowo kepada Amran tidak hanya terkait capaian program, tetapi juga menyangkut penilaiannya terhadap kemampuan Amran dalam memahami persoalan pertanian. Prabowo mengaku awalnya tidak mengenal dekat sosok Andi Amran Sulaiman. Namun setelah berdialog langsung, ia menilai Amran memiliki pemikiran yang baik dan memahami masalah di sektor pertanian.
“Saya tidak pernah kenal beliau. Saya tanya dua-tiga pertanyaan, ternyata orang ini oke pemikirannya. Kemudian saya usulkan ke Pak Jokowi, beliau ditarik kembali jadi Menteri Pertanian. The rest is history. Beliau akhirnya berjuang karena menguasai masalah,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, salah satu alasan Amran dinilai mampu bekerja di sektor pertanian adalah karena memiliki pengalaman langsung dan latar belakang yang dekat dengan dunia petani. Amran pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian periode 2014–2019, kemudian kembali dilantik sebagai Mentan pada 25 Oktober 2023.
“Karena beliau menguasai masalah. Beliau pernah jadi menteri, dan sebelumnya beliau adalah pelaku. Beliau datang dari keluarga petani. Anaknya petani. Jadi beliau mengerti,” ucap Prabowo.
Pernyataan Presiden tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor pangan tetap menjadi salah satu agenda utama pemerintahan. Di tengah tantangan produksi, distribusi, harga pangan, hingga kesejahteraan petani, capaian swasembada pangan menjadi isu strategis yang berkaitan langsung dengan ketahanan nasional.
Pengakuan Prabowo juga memperkuat posisi Andi Amran Sulaiman sebagai salah satu figur penting dalam agenda kedaulatan pangan nasional. Dengan pengalaman birokrasi, pemahaman lapangan, dan latar belakang sebagai pelaku sektor pertanian, Amran dinilai memiliki modal kuat untuk menjalankan program pertanian pemerintah.
Apresiasi terbuka dari Presiden ini sekaligus menjadi pesan bahwa keberhasilan sektor pangan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di atas kertas, tetapi juga oleh kemampuan eksekusi, keberpihakan kepada petani, dan pemahaman terhadap persoalan dasar di lapangan.
Dengan capaian yang disebut lebih cepat dari target awal, pemerintah memberi sinyal bahwa agenda swasembada pangan akan terus diperkuat sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat desa, dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Tinggalkan Balasan