Kadinkes Bekasi Sebut “Uang Bau” Jadi Anggaran Kesehatan Terbesar di Bantargebang

Kadinkes Bekasi Sebut “Uang Bau” Jadi Anggaran Kesehatan Terbesar di Bantargebang

MATA SULSEL, KOTA BEKASI – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menyebut anggaran kesehatan untuk wilayah Kecamatan Bantargebang menjadi yang terbesar dibanding kecamatan lain di Kota Bekasi.

Pernyataan itu disampaikan Satia saat menanggapi alokasi pelayanan kesehatan bagi warga di sekitar kawasan TPST Bantargebang yang selama ini dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah utama Jakarta dan sekitarnya.

“Uang bau memang terbesar! Karena memang Kecamatan Bantar Gebang memang spesial,” ucap Satia usai mengikuti apel pagi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, anggaran tersebut bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau bandek yang diberikan untuk mendukung penanganan dampak kesehatan masyarakat di sekitar kawasan TPST Bantargebang.

Meski demikian, Satia enggan membeberkan secara rinci besaran nilai anggaran yang dialokasikan.

“Saya gak barani kira-kira, mending tanya Baperida,” tutur dia.

Pernyataan tersebut mencuat menyusul sorotan terhadap TPST Bantargebang yang disebut menjadi salah satu penyumbang emisi gas metana terbesar di dunia.

Menanggapi hal itu, Satia mengatakan pemerintah selama ini telah melakukan berbagai langkah penanganan dampak lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tempat pembuangan akhir tersebut.

Ia menyebut upaya penanganan tidak hanya dilakukan pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan pemerintah pusat melalui sejumlah program pengelolaan sampah dan pengurangan emisi.

“Mudah-mudahan kegiatan yang bekerja sama dengan Danantara membuat mesin PSEL segera dilakukan,” katanya.

PSEL atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penumpukan sampah sekaligus menekan dampak pencemaran lingkungan di kawasan Bantargebang.

Menurut Satia, keberadaan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus mengurangi risiko kesehatan masyarakat akibat paparan sampah dan emisi gas.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Persoalan sampah ini kesalahan kita bersama. Bagaimana caranya kita membatasi penggunaan plastik,” tandasnya.

TPST Bantargebang sendiri selama ini menjadi lokasi utama pembuangan sampah dari Jakarta dan wilayah sekitarnya dengan volume sampah mencapai ribuan ton setiap harinya. (Dirham)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *