MATA SULSEL, MAKASSAR — Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar menyelenggarakan kegiatan Pemberian Kompetensi Tambahan (PKT) dan Uji Kompetensi bagi lulusan fresh graduate jenjang 7. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 18 hingga 22 Mei 2026.
Pelaksanaan PKT digelar pada 18–21 Mei 2026, sementara Uji Kompetensi berlangsung pada 22 Mei 2026. Program ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas serta daya saing lulusan perguruan tinggi, khususnya di sektor jasa konstruksi.
Sebanyak 90 peserta mengikuti program ini dengan dua skema kompetensi, yakni Skema Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung yang diikuti 40 peserta dan Skema Ahli Muda K3 Konstruksi sebanyak 50 peserta.
Seluruh peserta merupakan lulusan fresh graduate Fakultas Teknik UNM yang dipersiapkan memasuki dunia kerja profesional dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri konstruksi.
Selama pelaksanaan PKT, peserta mendapatkan pembekalan materi dan penguatan kompetensi dari instruktur serta narasumber profesional di bidang konstruksi.
Materi yang diberikan mencakup aspek teknis, regulasi, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga pemahaman mengenai standar kompetensi kerja nasional sektor jasa konstruksi.

Dr. Ir. Anas Arfandi, M.Pd., IPM membawakan materi mengenai Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa penerapan SMKK menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi guna menjamin keselamatan tenaga kerja, keamanan lingkungan kerja, serta kualitas hasil pekerjaan konstruksi.
Ia juga menekankan bahwa SMKK tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan regulasi, tetapi menjadi budaya kerja yang harus diterapkan secara konsisten dalam setiap tahapan proyek konstruksi.
Melalui penerapan SMKK yang baik, potensi kecelakaan kerja dapat diminimalkan sehingga produktivitas dan efisiensi pekerjaan dapat meningkat.
Sementara itu, Uji Kompetensi yang dilaksanakan pada 22 Mei 2026 bertujuan mengukur kemampuan peserta sesuai skema kompetensi masing-masing.
Proses asesmen dilakukan oleh asesor kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P3 guna memastikan peserta memenuhi standar profesi di bidang konstruksi.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik UNM, Jamaluddin menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dan berharap kolaborasi tersebut dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, melalui kegiatan ini lulusan Fakultas Teknik UNM tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kompetensi profesional yang dibuktikan melalui sertifikasi kompetensi.
Menurutnya, sertifikasi tersebut diharapkan menjadi nilai tambah bagi lulusan dalam menghadapi persaingan dunia kerja sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan profesional.
Sementara itu, Affandi Andi Basri yang mewakili Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar Kementerian PUPR menyampaikan kepada peserta bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menyediakan tenaga kerja konstruksi bersertifikat sesuai amanat Undang-Undang Jasa Konstruksi.
Kerja sama antara Fakultas Teknik UNM dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar tersebut juga menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia konstruksi yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa mendatang.
Tinggalkan Balasan