Rakyat.News - Agen BRILink

10 Tahun Idris Jadi Agen BRILink, Hadirkan Solusi Transaksi Warga Saat Jauh dari ATM

MATA SULSEL, MAROS – Satu per satu warga datang ke sebuah rumah sederhana di kawasan BTN Griya Maros Indah Tamarampu, Jalan Poros Kariango, Batangase, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Ada yang ingin melakukan transaksi tarik tunai, membayar listrik, transfer antarbank, hingga sekedar mengisi saldo dompet digital.

Di teras rumah yang sekaligus dijadikan tempat usaha itu, Muhammad Idris (45) tampak sibuk melayani beragam macam transaksi dari warga.

Sesekali, dirinya juga mengingatkan pelanggan agar berhati-hati saat bertransaksi, terutama di tengah maraknya modus penipuan digital yang menyasar masyarakat.

Tidak sebentar, Idris telah menjadi bagian dari Agen BRILink selama 10 tahun lamanya.

Berawal dari hanya ingin mencari tambahan penghasilan untuk membantu kebutuhan keluarganya. Namun seiring waktu, tempat kecil yang ia bangun justru berubah menjadi titik layanan keuangan warga sekitar.

“Latar belakang saya untk meningkatkan pendapatan keluarga, termasuk usaha sampingan di rumah,” kata Idris kepada Rakyat.News, Sabtu (23/5/2026).

Kini, usaha Agen BRILink Anam Cell 02 miliknya melayani beragam kebutuhan transaksi masyarakat. Mulai dari tarik tunai, transfer uang, pembayaran tagihan hingga top up dompet digital.

“Di kami itu ada tarik tunai, transfer, top up kartu tol, bayar listrik, PDAM dan banyak produk lain dari BRILink,” ujarnya.

Menurut Idris, layanan yang paling sering digunakan masyarakat adalah tarik tunai dan transfer uang, baik sesama BRI maupun antarbank.

“Paling laku di kami itu mulai dari tarik tunai dan transfer antar bank atau sesama BRI,” paparnya.

Tidak hanya transaksi harian, beberapa warga juga datang untuk melakukan pencairan bantuan sosial pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kadang ada beberapa yang melakukan pencairan dari bantuan pemerintah untuk PKH,” imbuhnya.

Mayoritas pelanggan yang datang merupakan warga sekitar kompleks dan lingkungan tetangga. Bahkan kini semakin banyak anak muda memanfaatkan layanan BRILink untuk kebutuhan digital.

“Kebanyakan 50 tahun ke bawah, beberapa anak muda top up untuk aplikasi E-wallet,” tuturnya.

Di tengah meningkatnya penggunaan transaksi digital, Idris mengaku ada satu hal yang selalu ia tekankan kepada  pelanggan, yakni pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan.

Menurutnya, perkembangan transaksi digital memang meberi kemudahan. Namun, di sisi lain, masyarakat juga harus dibekkali edukasi agar tidak mudah menjadi korban penipuan.

“Memang ada aturan soal transaksi itu harus hati-hati dan waspada, kita meminimalisir penipuan,” jelas Idris.

Ia mengaku, hingga saat ini belum pernah menemukan kasus penipuan di tempat usahanya. Namun meski begitu, edukasi tetap rutin dilakukan kepada pelanggan, terutama di kalangan orang tua yang dinilai lebih rentan.

Dari tempat usahanya itu pula, aktivitas transaksi berlangsung hampir tanpa henti setiap harinya. Dalam sehari, kata Idris, dirinya melayani puluhan transaksi masyarakat.

“Transaksi dalam sehari itu rata-rata ada sekitar 20-an transaksi. Kalau dalam sebulan itu perkiraan bisa sampai 600 orang perbulan,” tuturnya.

Sementara nilai transaksi yang berputar setiap bulan mencapai angka ratusan juta rupiah.

“Transaksi dalam sehari itu rata-rata ada sekitar dua puluhan transaksi transaksi. Kalau dalam sebulan itu perkiraan bisa sampai 600 orang perbulan,” tukasnya.

Sementara nilai transaksi yang berputar setiap bulan mencapai angka ratusan juta rupiah.

“Nominal transaksi dalam sebulan di kami itu sampai Rp100 juta dalam satu bulan,” katanya.

Dari aktivitas tersebut, Idris mengaku usaha BRILink cukup membantu perekonomian keluarganya.

“Omzet kami itu lumayan, bahkan pernah fee yang kami dapat itu sampai 400rb sehari,” bebernya.

Meski begitu, ia mengatakan masih ada kendala yang kerap kali dihadapi saat melayani masyarakat di desa, terutama persoalan jaringan internet ketika transaksi berlangsung.

“Kendala yang biasanya ditemui itu masalah jaringan kalau misal mau transaksi, selebihnya sejauh ini aman,” pungkasnya.

Bagi Idris sendiri, Agen BRILink bukan lagi sekedar usaha sampingan. Selama satu dekade terakhir, tempat kecil di teras rumahnya itu perlahan menjadi ruang pelayanan sekaligus tempat warga belajar berinteraksi aman di era digital.

“Kami tentu berharap agar masyarakat lebih paham terhadap masalah penipuan,” lanjutnya.

Idris juga berharap bila semakin banyak masyarakat yang mulai memiliki rekening sendiri agar lebih mudah mengakses layanan keuangan, terutama dengan BRI.

“Kami juga berharap bagi masyarakat setelah melakukan transaksi di kami bisa dapat membuka rekening BRI sendiri kedepannya agar pengguna BRI makin bertambah,” harap dia.

MENJANGKAU LUAS PELANGGAN

Tidak hanya Idris, keberadaan Agen BRILink juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Salah satunya Fahrul (25), warga yang rutin menggunakan layanan tersebut untuk kebutuhan transfer uang.

“Bagi saya dengan adanya BRI LINK disekitar Rumah lebih memudahkan saya untuk melakukan transaksi khususnya transfer uang apa lagi saya tidak memiliki M-Banking BRI,” ungkap Fahrul.

Menurut Fahrul, keberadaan Agen BRILink menjadi solusi praktis bagi warga yang rumahnya cukup jauh dari ATM maupun kantor bank seperti dirinya.

“Pertimbangan lainnya (menggunakan BRILink) karena letak ATM yang jauh dari rumah, jadi ini sangat membantu bagi saya untuk mengapai kemudahan dalam bertransaksi,” tukasnya.

BRI MEMBANGUN JARINGAN LUAS AGEN BRILINK

Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 15 Makassar, D Argo Prabowo, mengatakan bahwa Agen BRILink menjadi salah satu berntuk perluasan layanan keuangan BRI hingga menjangkau masyarakat di pelosok daerah.

“BRI juga memiliki fokus besar pada pemberdayaan UMKM melalui unit ultra mikro. Salah satunya melalui AgenBRILink yang kini berjumlah sekitar 70 ribu agen di empat provinsi wilayah kerja Regional Office Makassar,” katanya.

Menurut Argo, keberadaan Agen BRILink tidak hanya membantu layanan transaksi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi para agen.

“Mereka bekerja sendiri tapi memasarkan produk-produk perbankan, melayani nasabah sama seperti bagaimana kami melayani masyarakat,” ujarnya.

Rakyat.News - Agen BRILink
Infografis data Agen BRILink di wilayah BRI Region 15 Makassar. (Foto: dok. Andi Fatur Rezky AAR/Rakyat.News).

 

Hingga Desember 2025, kata Argo, transaksi melalui Agen BRILink di wilayah Regional Office Makassar tercatat mencapai sekitar 130 juta transaksi.

“Transaksi melalui AgenBRILink hingga Desember 2025 mencapai sekitar 130 juta transaksi. Agen-agen ini membantu masyarakat memperoleh layanan perbankan hingga pelosok,” jelas Argo.

Selain didukung kantor cabang dan unit kerja, jaringan Agen BRILink kini telah menjadi ujung tombak layanan keuangan BRI di tengah masyarakat.

“Selain itu, kami memiliki 17 kantor cabang, 348 unit kerja, dan sekitar 70 ribu AgenBRILink yang tersebar di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku,” tutupnya. (Farez)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *