MATA SULSEL, MAKASSAR – Bupati Jeneponto, Paris Yasir, hadir langsung memberikan dukungan penuh dengan bertindak sebagai Mentor bagi tiga pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Kabupaten Jeneponto. Pendampingan ini dilakukan dalam Seminar Rancangan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Aula Puslatbang KMP LAN Makassar, Senin (25/5/2026).
Ketiga peserta PKN Tingkat II asal Kabupaten Jeneponto tersebut memaparkan inovasi strategis mereka di hadapan penguji, Dr. Muhammad Aswad, Kepala LAN Makassar, serta didampingi oleh Nurwahyudianti dan Muhammad Yunus selaku Coach (pembimbing).
Adapun ketiga pejabat beserta rancangan proyek perubahan yang diajukan adalah St. Meriam, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Jeneponto, yang mengangkat proyek perubahan berjudul “GESIT DATA PRESISI” (Gerakan Sistemik Integrasi dan Validasi Data Keluarga Risiko Stunting dan Stunting untuk Kebijakan Presisi). Inovasi ini menghadirkan sistem satu data terintegrasi dari berbagai sumber guna memperoleh data stunting yang akurat dan valid demi melahirkan kebijakan penanganan stunting yang tepat sasaran di Jeneponto.

Ahmad Saparuddin, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Jeneponto, merancang proyek perubahan bertajuk “TANGKAS” (Transformasi Tata Kelola Layanan Kepegawaian Terintegrasi). Inovasi ini berkomitmen mewujudkan ekosistem layanan kepegawaian yang cepat, akurat, transparan, terintegrasi, serta berorientasi penuh pada pelayanan ASN.
Sedangkan Abd. Mushawwir Sam, Kepala Dinas Tenaga Kerja Jeneponto, mengajukan rancangan proyek perubahan bertajuk “SIPAKATAU” (Sistem Integrasi Perlindungan dan Kemandirian Tenaga Kerja Maritim di Kabupaten Jeneponto), sebuah sistem yang fokus pada penguatan perlindungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi para tenaga kerja di sektor maritim Jeneponto.
Bupati Jeneponto, Paris Yasir, selaku mentor menyampaikan apresiasi yang tinggi atas ide-ide visioner yang dipresentasikan oleh ketiga peserta tersebut. Menurutnya, inovasi-inovasi melalui proyek perubahan ini menyentuh langsung aspek krusial di Jeneponto, mulai dari penanganan stunting, reformasi birokrasi, hingga kesejahteraan pekerja maritim.
”Saya menyambut baik gagasan dan rancangan proyek perubahan yang diajukan oleh para peserta. Kita berharap, lahirnya rancangan inovasi ini tidak berhenti di atas kertas atau sekadar pemenuhan syarat pelatihan saja. Proyek perubahan ini harus dipertahankan, dikembangkan dalam tahapan aktualisasi, hingga nantinya benar-benar diimplementasikan secara optimal dalam tata kelola pemerintahan di Kabupaten Jeneponto,” ujar Paris Yasir.
Seminar rancangan proyek perubahan ini berjalan dengan lancar dan dinamis. Melalui penguatan dari Bupati selaku mentor dan masukan dari penguji, ketiga rancangan proyek perubahan ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam tahapan aktualisasi guna membawa perubahan positif dan mengakselerasi kualitas pelayanan publik di Kabupaten Jeneponto. (*)

Tinggalkan Balasan