Harga Aspal Global Melonjak, Kalla Aspal Jaga Pasokan Proyek Tetap Aman

Harga Aspal Global Melonjak, Kalla Aspal Jaga Pasokan Proyek Tetap Aman

MATA SULSEL, MAKASSAR – Kenaikan harga aspal dunia hingga nyaris 50 persen mulai memberi tekanan pada industri konstruksi nasional. Namun di tengah kondisi tersebut, Kalla Aspal memastikan distribusi dan layanan kepada kontraktor tetap berjalan optimal.

Lonjakan harga itu dipicu gangguan rantai pasok minyak global akibat konflik di kawasan Selat Hormuz yang turut berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Marketing & Operation General Manager Kalla Aspal, Amril Arifin, mengatakan pihaknya tetap berkomitmen menjaga suplai aspal untuk mendukung berbagai proyek infrastruktur, termasuk pekerjaan jalan yang bersumber dari APBN maupun APBD.

“Saat ini di Sulawesi Selatan terdapat lima paket pengerjaan jalan yang tetap kami support. Suplai aspal terus kami maksimalkan dan quality control tetap kami jaga sebagai agen resmi Pertamina,” ujarnya.

Meski tekanan harga terus terjadi, Kalla Aspal memastikan kualitas produk tetap menjadi prioritas utama di tengah tingginya kebutuhan proyek infrastruktur.

Amril mengungkapkan stok aspal di Terminal Aspal Curah (TAC) Parepare mulai mengalami keterbatasan. Untuk menjaga distribusi tetap lancar, Kalla Aspal melakukan suplai tambahan dari TAC Mamuju guna memenuhi kebutuhan proyek di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, kondisi saat ini tidak hanya menjadi tantangan bagi distributor aspal, tetapi juga mulai dirasakan pelaku jasa konstruksi yang menghadapi kenaikan harga material secara signifikan.

Karena itu, Kalla Aspal bersama organisasi Anemer Aspal Beton Indonesia aktif menyosialisasikan kondisi kenaikan harga kepada pemerintah daerah, balai jalan, hingga Kementerian PUPR.

“Harapannya, ada peninjauan kembali atau eskalasi terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan. Untuk proyek yang akan ditender, kami berharap harga aspal yang sudah mengalami kenaikan dapat menjadi pertimbangan agar kontraktor tidak mengalami kerugian,” kata Amril.

Kalla Aspal menilai dukungan kebijakan pemerintah menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas industri konstruksi nasional di tengah gejolak harga material dan energi global.

Jika lonjakan harga terus berlangsung tanpa penyesuaian kebijakan, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap keberlangsungan proyek dan kinerja pelaku konstruksi di berbagai daerah.

Di sisi lain, Kalla Aspal berharap situasi geopolitik global segera membaik agar rantai pasok energi dan material kembali stabil sehingga harga aspal dapat terkendali. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *