Rakyat.News - Agen BRILink

70 Ribu Agen, Jutaan Harapan: BRILink Buka Peluang Usaha dan Mendekatkan Layanan Keuangan Masyarakat

MATA SULSEL, MAKASSAR – Pagi baru saja dimulai ketika seorang warga datang untuk menarik uang tunai. Tak lama berselang, pelanggan lain menyusul untuk membayar tagihan listrik.

Menjelang siang, antrean berganti dengan mahasiswa yang hendak mengisi saldo dompet digital, sementara sore harinya sejumlah warga datang mengirim uang kepada keluarga di kampung halaman.

Pemandangan seperti itu kini menjadi hal biasa di ribuan Agen BRILink yang tersebar di berbagai sudut Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara hingga Maluku.

Bukan lagi sekedar tempat transaksi, Agen BRILink telah menjelma menjadi titik temu masuarakat dengan layanan keuanga yang lebih dekat, cepat dan mudah dijangkau.

Di tengah luasnya wilayah Indonesia yang masih memiliki tantangan akses perbankan, kehadiran Agen BRILink menjadi salah satu strategi BRI untuk memastikan layanan keuangan dapat hadir hingga ke tingkat komunitas terkecil.

Regional Chief Executive Office (RCEO) BRI Regional 15 Makassar, D Argo Prabowo, mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui sektor ultra mikro, salah satunya melalui jaringan Agen BRILink.

“Kami di BRI memiliki fokus besar pada pemberdayaan UMKM melalui unit ultra mikro. Salah satunya melalui Agen BRILink yang kini berjumlah sekitar 70 ribu agen di empat provinsi wilayah kerja Regional Office Makassar,” kata Argo kepada Rakyat.News beberapa waktu lalu.

Jumlah tersebut menjadikan  pada pemberdayaan UMKM melalui unit ultra mikro. Salah satunya melalui AgenBRILink yang kini berjumlah sekitar 70 ribu agen di empat provinsi wilayah kerja Regional Office Makassar,” katanya. Sebagai salah satu jaringan layanan keuangan terbesar di wilayah Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, hingga Maluku.

Peran mereka pun semakin signifikan. Hingga Desember 2025, kata Argo, transaksi yang dilayani melalui Agen BRILink di wilayah tersebut mencapai 130 juta transaksi yang menjangkau hingga pelosok daerah.

“Transaksi melalui Agen BRILink hingga Desember 2025 mencapai sekitar 130 juta transaksi. Agen-agen ini membantu masyarakat memperoleh layanan perbankan hingga pelosok,” ujarnya.

Rakyat.News - Agen BRILink
Infografis data Agen BRILink di wilayah BRI Region 15 Makassar. (Foto: dok. Andi Fatur Rezky AAR/Rakyat.News).

Menurutnya, para agen tidak hanya menjalankan usaha secara mandiri, tetapi juga menjadi perpanjangan tangan layanan perbankan bagi masyarakat.

“Mereka bekerja sendiri tapi memasarkan produk-produk perbankan, melayani nasabah sama seperti bagaimana kami melayani masyarakat,” tegas dia.

MERAJUT HARAPAN DENGAN AGEN BRILINK

Di balik besarnya angka tersebut, terdapat ribuan cerita tentang masyarakat yang memperoleh peluang ekonomi baru melalui Agen BRILink.

Salah satu cerita tersebut datang dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Di sebuah rumah yang berada di BTN Griya Maros Indah Tamarampu, Muhammad Idris (45) menjalankan Agen BRILink yang telah menjadi bagian dari kehidupannya selama satu dekade terakhir.

Keputusan mmenjadi Agen BRILink berawal dari keinginan sederhana untuk membangun ekonomi keluarga.

“Latar belakang saya untk meningkatkan pendapatan keluarga, termasuk usaha sampingan di rumah,” jelasnya.

Sepuluh tahun lalu, Idris melihat peluang yang belum banyak dilirik masyarakat. Ia memanfaatkan rumahnya sebagai tempat layanan transaksi keuangan bagi warga sekitar.

“Saya sudah 10 tahun menjadi bagian di BRILink,” tegasnya.

Seiring waktu, usahanya berkembang menjadi salah satu titik layanan yang ramai didatangi masyarakat.

Berbagai layanan tersedia mulai dari tarik tunai, transfer antarbank, pembayaran listrik dan PDAM, hingga top up kartu tol maupun dompet digital.

“Di kami itu ada tarik tunai, transfer, top up kartu tol, bayar listrik, PDAM dan banyak produk lain dari BRILink,” imbuhnya.

Dari berbagai layanan tersebut, tarik tunai dan transfer menjadi transaksi yang paling banyak dilakukan masyarakat.

“Paling laku tarik tunai dan transfer antarbank atau sesama (rekening) BRI,” tukasnya.

Tak jarang pula warga datang untuk mencairkan bantuan sosial pemerintah.

“Kadang ada beberapa yang melakukan pencairan dari bantuan pemerintah untuk PKH,” tambahnya.

Dalam sehari, sekitar 20 transaksi terjadi di outlet miliknya. Dalam sebulan, jumlah pelanggan yang datang mencapai sekitar 600 orang.

“Transaksi dalam sehari itu rata-rata ada sekitar 20-an transaksi. Kalau dalam sebulan itu perkiraan bisa sampai 600 orang perbulan,” ungkap dia.

Nilai transaksinya tergolong besar, bahkan mencapai ratusan juta.

Sehingga bagi Idris, Agen BRILink tidak hanya menjadikan layanan yang dibutuhkan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap ekonomi keluarganya.

Cerita serupa juga datang dari wilayah Sulawesi Selatan lainnya, yakni di Kota Makassar.

Di salah satu putlet Agen BRILink di Jalan Pajjaiang, aktivitas transaksi berlangsung hampir tanpa henti sejak pagi hingga malam hari.

Pada outlet itu, Okta (24) menjadi salah satu karyawan yang setiap hari melayani kebutuhan masyarakat.

Meski baru bekerja sekitar tujuh bulan, dirinya mengaku telah merasakan bagaimana Agen BRILink menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi warga.

“Yang paling sering melakukan transaksi itu orang tua. Kira-kira rentang usianya mulai tiga puluhan sampai empat puluhan ke atas,” terangnya.

Beragam kebutuhan transaksi datang setiap hari. Mulai dari transfer uang, pembayaran taguhan, hingga kebutuhan transkasi digital lainnya.

Tingginya kebutuhan masyarakat terlihat dari jumlah transaksi harian yang mencapai puluhan kali.

“Biasanya sekitar 40 sampai 50 transaksi per hari, kadang juga sampai 60 transaksi,” lugasnya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, outlet tempatnnya bekerja beroperasi hampir setiap hari.

“Jadi kami buka tiap hari, mulai jam tujuh pagi sampai sebelas malam,” bebernya.

Perkembangan usaha itu membuat Agen BRILink tersebut kini memiliki tiga cabang yang tersebar pada beberapa lokasi di Kota Makassar.

Bagi Okta, Agen BRILink bukan sekedar tempat berkerja semata, tetapi juga jadi ruang belajar yang membuka peluang masa depan.

“Ada harapan juga kedepannya bisa buka agen Agen BRILink sendiri. Karena bekerja begini bukan cuma kerja saja, tentu juga cari pengalaman,” tutup Okta.

MUDAH DAN JANGKAUAN LEBIH LUAS

Kebermanfaatan Agen BRILink juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang menggunakan layanannya.

Muhammad Selamet (25), misalnya, mengaku lebih memilih bertransaksi di Agen BRILink karena mudah ditemukan dan dekat dengan tempat tinggalnya.

“Kalau ditanya soal manfaatnya tentu BRILink sangat membantu, apalagi kalau mau transfer uaung ke keluarga di kampung. Selain itu biasa juga saya pakai untuk top up E-wallet,” tukasnya.

Baginya, kehadiran Agen BRILink menghilangkan kebutuhan untuk menempuh perjalanan jauh hanya demi mencari ATM atau kantor bank.

Dari rumah sederhana di Maros hingga outlet yang ramai di Kota Makassar, Agen BRILink menunjukkan bahwa layanan keuangan tidak selalu harus hadir melalui gedung mewah dan kantor cabang besar.

Di tangan masyarakat biasa seperti Muhammad Idris dan Okta, layanan perbankan hadir ebih dekat dengan warga, Mereka bukan hanya menjadi pelaku usaha yang memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga menjadi penghubung yang memudahkan ribuan masyarakat mengakses layanan keuangan setiap hari.

Karena itulah, di balik angka 70 ribu agen dan 130 juta transaksi yang tercatat sepanjang 2025, terdapat kisah tentang peluang ekonomi yang tumbuh, usaha kecil yang berkembang, dan layanan keuangan yang semakin tertata hingga menjangkau lapisan masyarakat paling bawah. (Farez)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *