MATA SULSEL, JAKARTA – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menorehkan sejarah di pentas Eropa setelah memastikan gelar juara Liga Champions musim 2025/2026.
Klub asal Prancis itu mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada final yang berlangsung di Puskás Aréna, Sabtu (30/5) waktu setempat.
Kemenangan tersebut mengantarkan PSG meraih trofi Liga Champions kedua dalam sejarah klub sekaligus mengakhiri perjalanan impresif Arsenal yang kembali gagal mengakhiri penantian panjang mereka di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
Final berlangsung sengit sejak menit awal. Arsenal tampil agresif dan berhasil membuka keunggulan lebih dahulu saat pertandingan baru berjalan enam menit.
Gol berawal dari kemelut di lini pertahanan PSG yang berhasil dimanfaatkan Kai Havertz. Penyerang asal Jerman itu berlari menyambut bola liar sebelum melepaskan tembakan dari sudut sempit yang gagal diantisipasi kiper PSG, Matvei Safonov.
Gol cepat tersebut membuat Arsenal bermain lebih percaya diri sepanjang babak pertama. Namun PSG perlahan mampu mengendalikan permainan dan meningkatkan tekanan pada pertahanan lawan.
Upaya tim asuhan Luis Enrique akhirnya membuahkan hasil pada babak kedua. PSG memperoleh hadiah penalti setelah Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan oleh Cristhian Mosquera di area terlarang.
Ousmane Dembélé yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangannya ke sisi kiri gawang mengecoh kiper Arsenal, David Raya, yang bergerak ke arah berlawanan.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir.
Memasuki babak tambahan, kedua tim berusaha mencari gol kemenangan. Arsenal memasukkan tenaga segar melalui Martín Zubimendi dan Eberechi Eze, sementara PSG merespons dengan memainkan Warren Zaïre-Emery.
Salah satu momen kontroversial terjadi pada menit ke-102 ketika Noni Madueke terjatuh di kotak penalti setelah berduel dengan Nuno Mendes.
Para pemain Arsenal dan pelatih Mikel Arteta melancarkan protes keras kepada wasit, namun pertandingan tetap dilanjutkan karena tidak dianggap sebagai pelanggaran.
Arsenal tampil lebih dominan pada babak kedua perpanjangan waktu dengan memanfaatkan kebugaran pemain-pemain pengganti.
Meski demikian, sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, PSG memulai dengan baik lewat gol Gonçalo Ramos. Arsenal membalas melalui Viktor Gyökeres.
Momentum berbalik ketika tendangan penalti Eberechi Eze melenceng dari sasaran. Arsenal sempat menyamakan kedudukan setelah David Raya menggagalkan eksekusi Nuno Mendes dan Declan Rice sukses menjalankan tugasnya.
Namun pada penentuan penalti terakhir, bek Arsenal Gabriel Magalhães gagal mengatasi tekanan. Tendangannya melambung di atas mistar gawang setelah sebelumnya Beraldo sukses mencetak gol untuk PSG.
PSG pun memastikan kemenangan 4-3 dalam adu penalti sekaligus mengangkat trofi Liga Champions musim ini.
Keberhasilan tersebut menjadi penegasan status PSG sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa. Sebaliknya, Arsenal harus kembali menunda ambisi meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub meski tampil kompetitif hingga laga terakhir musim ini. (*)

Tinggalkan Balasan