Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pengamat: Pariwisata Bandung Diuntungkan, Kertajati Hadapi Tantangan Berat

Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pengamat: Pariwisata Bandung Diuntungkan, Kertajati Hadapi Tantangan Berat

MATA SULSEL, BANDUNG – Rencana mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung untuk melayani penerbangan komersial bermesin jet dinilai akan menghadirkan dilema besar bagi kebijakan transportasi udara di Jawa Barat.

Di satu sisi, langkah tersebut berpotensi menggerakkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi Bandung Raya, namun di sisi lain dapat mengancam keberlangsungan operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno menilai wacana tersebut bukan sekadar persoalan pemindahan rute penerbangan, melainkan menyangkut arah kebijakan transportasi dan tata ruang di Jawa Barat ke depan.

Menurut Djoko, setelah sebelumnya sebagian besar penerbangan dipindahkan ke Bandara Kertajati, munculnya rencana pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara menjadi titik balik yang memunculkan perdebatan baru.

“Langkah ini memicu perdebatan hangat karena tidak sekadar urusan memindahkan rute terbang, melainkan melibatkan tarikan yang kuat antara pemulihan ekonomi jangka pendek dan keberlanjutan investasi infrastruktur jangka panjang,” ujar Djoko, Minggu (31/5/2026).

Ia menjelaskan, dari sisi ekonomi daerah, pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara berpotensi memberikan dampak positif yang signifikan bagi Kota Bandung dan wilayah penyangganya seperti Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, serta Kabupaten Bandung Barat.

Menurutnya, akses penerbangan langsung ke pusat Kota Bandung akan memudahkan wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya dari Malaysia dan Singapura, tanpa harus melanjutkan perjalanan darat dari Majalengka.

“Bagi Kota Bandung dan sekitarnya, pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara adalah angin segar yang sangat dinantikan para pelaku usaha,” katanya.

Djoko menilai kemudahan akses tersebut akan berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, terutama pada sektor perhotelan, restoran, kafe, industri kreatif, pusat perbelanjaan, factory outlet, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Ada geliat ekonomi lokal. Sektor hospitality seperti hotel, restoran, dan kafe, termasuk industri kreatif serta UMKM di Bandung, diproyeksikan akan langsung merasakan lonjakan omzet karena kembalinya target pasar pelancong akhir pekan yang sempat hilang,” jelasnya.

Namun demikian, Djoko mengingatkan bahwa keuntungan yang diperoleh Bandung Raya berpotensi berbanding terbalik dengan masa depan Bandara Kertajati yang dibangun dengan investasi besar sebagai gerbang utama transportasi udara Jawa Barat.

Menurutnya, pengoperasian kembali penerbangan jet di Bandara Husein dapat mengurangi minat masyarakat Bandung Raya menggunakan Bandara Kertajati karena faktor jarak dan kemudahan akses.

“Ini adalah dampak paling kontroversial dari sisi kebijakan makro. Bandara Kertajati dibangun dengan investasi triliunan rupiah untuk menjadi gerbang udara utama Jawa Barat menggantikan Bandara Husein Sastranegara,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila maskapai kembali diberikan izin mengoperasikan penerbangan jet dari Bandung, daya tarik Bandara Kertajati bagi masyarakat Jawa Barat bagian tengah dan Bandung Raya diperkirakan akan menurun signifikan.

“Jika maskapai jet diizinkan kembali beroperasi di Bandung, daya tarik Bandara Kertajati akan merosot drastis bagi warga Bandung Raya,” kata Djoko.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berisiko membuat Bandara Kertajati kembali mengalami minim penumpang sehingga menyulitkan upaya mencapai tingkat pengembalian investasi (return on investment) yang telah ditanamkan pemerintah.

“Bandara Kertajati berisiko kembali sepi penumpang, yang berimplikasi pada sulitnya mencapai tingkat pengembalian modal dan tingginya beban fiskal untuk operasional,” pungkasnya. (Dirham)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *