MATA SULSEL, JAKARTA – PT Bumi Karsa bersama PT Hutama Karya melalui Kerja Sama Operasi (KSO) menuntaskan pembangunan enam sekolah negeri di wilayah Jakarta Pusat.
Seluruh fasilitas pendidikan tersebut kini telah digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar, sementara masa pemeliharaan proyek masih berlangsung hingga pertengahan Juli 2026.
Pembangunan enam sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya modernisasi infrastruktur pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui pendanaan APBD Tahun Anggaran 2024.
Proyek yang dirampungkan pada pertengahan 2025 itu menghadirkan bangunan sekolah baru yang lebih representatif, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Total luas bangunan yang dibangun mencapai 40.059 meter persegi dengan ketinggian empat hingga enam lantai. Masing-masing sekolah dirancang mampu menampung sekitar 700 hingga 1.000 siswa.
Adapun sekolah yang dibangun meliputi SDN Kampung Bali 01, SDN Pasar Baru 01/03/05 dan TK Negeri Sawah Besar 01, SDN Duri Pulo 01/02/03/04/05/10, SDN Karang Anyar 01/02/05/06/08, SDN Cikini 01/02 dan USB SMA, serta KBN Cempaka Baru dan PKBM 29 Cempaka Baru.
Pekerjaan konstruksi dilakukan dengan meremajakan bangunan sekolah lama yang dinilai sudah tidak layak guna menjadi fasilitas pendidikan modern yang mendukung aktivitas belajar mengajar secara optimal.
Selain memperkuat struktur bangunan sesuai standar keselamatan terkini, proyek ini juga menghadirkan ruang kelas yang lebih luas dengan pencahayaan alami yang memadai.
Berbagai fasilitas penunjang turut disediakan, mulai dari laboratorium, perpustakaan, ruang guru dan kepala sekolah, unit kesehatan sekolah (UKS), toilet ramah disabilitas, lift, hingga lapangan olahraga.
Chief Executive Officer PT Bumi Karsa, Kamaluddin, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.
“Kami berupaya menghadirkan fasilitas pendidikan yang tidak hanya kokoh secara konstruksi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung perkembangan siswa secara optimal,” ujar Kamaluddin.
Untuk memastikan proyek berjalan efektif dan tepat sasaran, KSO Hutama Karya–Bumi Karsa menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM).
Pemanfaatan teknologi digital tersebut memungkinkan proses perencanaan yang lebih presisi, koordinasi lintas tim yang lebih terintegrasi, serta pemantauan progres pekerjaan secara real-time.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mendukung penyelesaian proyek sesuai target mutu dan waktu yang telah ditetapkan.
Tak hanya menghadirkan manfaat di sektor pendidikan, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Selama masa konstruksi berlangsung, sekitar 1.000 tenaga kerja lokal terlibat dalam pelaksanaan pembangunan.
Sementara itu, Chief Operating Officer New Business PT Bumi Karsa, Fajaruddin, menyebut proyek tersebut menjadi bukti kemampuan perusahaan dalam mengembangkan proyek-proyek inovatif yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.
“Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah strategis kami dalam menghadirkan infrastruktur modern masa depan. Kami mengintegrasikan konsep bangunan ramah lingkungan melalui optimalisasi ventilasi alami, pemanfaatan panel surya, serta fasilitas yang sepenuhnya inklusif bagi penyandang disabilitas. Ini adalah standar baru yang siap kami replikasi pada proyek-proyek inovatif selanjutnya,” kata Fajaruddin.
Dengan hadirnya enam sekolah baru yang lebih modern, fungsional, dan inklusif, proyek ini diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan pendidikan di Jakarta sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan