Compress 20260602 100905 5374

Setia di Setiap Langkah: Pelayanan Prima BRI Cabang Jeneponto untuk Para Pensiunan

MATA SULSEL, JENEPONTO – Di jalan Pahlawan Kota Jeneponto, saat mentari pagi mulai merangkak naik, para lanjut usia sudah mulai berdatangan di kantor BRI Cabang Jeneponto, Selasa (2/6/2026). Wajah-wajah yang dihiasi kerutan senyum, berjalan perlahan, bersandar pada tongkat, atau sesekali saling menyapa dengan canda ringan. Bukan sekadar rutinitas biasa, awal bulan bagi mereka adalah momentum yang ditunggu, saatnya menerima gaji pensiunan.

Namun, di balik kesibukan itu, hadir sebuah kehangatan yang tak biasa. Di bawah nahkoda Ari Kusmayadi, Pimpinan Cabang BRI Jeneponto, pelayanan prima bukan sekadar slogan, ia diwujudkan dalam setiap detil perhatian.

Di area khusus yang telah disediakan, deretan kursi empuk berjejer rapi. Meja kecil di sampingnya dipenuhi nampan berisi aneka snack ringan dan gelas-gelas air mineral. Para pensiunan disambut oleh petugas yang ramah, tanpa perlu berdiri lama mengantre. Setiap nasabah senior dipersilakan duduk, sementara petugas dengan sigap membantu proses administrasi dan transaksi.

“Setiap awal bulan, kami ingin mereka merasa di rumah sendiri. Para pensiunan adalah pahlawan yang pernah bekerja keras untuk negeri ini. Kini giliran kami memberikan yang terbaik,” ujar Ari Kusmayadi dengan senyum hangat saat ditemui di sela-sela kegiatannya memantau pelayanan, Selasa (2/6/2026).

Tidak hanya itu, bagi pensiunan yang memiliki keterbatasan mobilitas, BRI Cabang Jeneponto menyediakan layanan jemput bola. Petugas langsung mendatangi mereka di rumah atau di titik kumpul yang telah disepakati. Sesekali, terdengar tawa renyah ketika seorang pensiunan bercerita tentang cucunya yang baru lahir, atau tentang resep masakan yang baru dicoba.

“Saya sudah 7 tahun pensiun, tapi baru kali ini saya merasa pelayanan bank benar-benar peduli. Ada camilan, ada air minum, dan petugasnya ramah sekali. Tidak perlu buru-buru. Pokoknya, BRI Jeneponto beda,” ujar Pak Hasan, seorang pensiunan guru yang setia datang setiap bulan.

Compress 20260602 100905 5636
Suasana layanan BRI Cabang Jeneponto

Apa yang dilakukan BRI Cabang Jeneponto ini bukanlah sekadar protokol pelayanan standar. Ini adalah filosofi bahwa setiap nasabah, terlebih para senior yang rentan, berhak mendapatkan kenyamanan, kehormatan, dan perhatian. Di balik meja layanan dan tumpukan formulir, ada cerita tentang rasa syukur, kebersamaan, dan komitmen untuk tidak meninggalkan siapa pun.

Di ruang kerja Ari Kusmayadi, terselip sebuah note kecil yang tertempel di dinding: “Layanilah sebagaimana engkau ingin dilayani.” Kalimat sederhana itu menjadi napas dari seluruh tim BRI Cabang Jeneponto. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, para pensiunan pulang dengan hati ringan, membawa amplop gaji dan secercah kebahagiaan yang tak ternilai.

Memang setiap awal bulan, halaman BRI Cabang Jeneponto berubah menjadi ruang kehangatan bagi para pensiunan. Bukan hanya sekadar mencairkan gaji, mereka datang untuk merasakan pelayanan yang membuat hati tentram. Di bawah kepemimpinan Ari Kusmayadi, BRI Cabang Jeneponto berhasil mencuri hati para nasabah senior melalui pendekatan yang humanis dan penuh perhatian.

Ibu Sari (65 tahun), seorang pensiunan guru SD, mengaku baru merasakan pelayanan perbankan yang benar-benar menghargai nasabah usia lanjut di BRI Jeneponto.

“Biasanya harus antre lama dan berdiri. Di sini, kami dipersilakan duduk, dikasih snack dan air minum. Petugasnya sabar membantu saya yang sudah kurang jelas melihat nomor antrean. Pokoknya, saya betah ke sini,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Pak Hasanuddin (72 tahun), pensiunan PNS. Ia bahkan kerap membandingkan pengalamannya dengan teman-teman yang mengambil pensiun di bank lain. “Mereka sering mengeluh capek antre. Saya bilang, coba ke BRI Jeneponto. Ada kursi empuk, camilan, petugas ramah. Saya tidak perlu khawatir kelelahan. Kalau bawa tongkat, petugas langsung membantu dari pintu masuk,” tuturnya.

Compress 20260602 100905 5945
Kondisi layanan BRI Cabang Jeneponto di setiap awal bulan dengan layanan prima

Ibu Rahmawati (68 tahun), mantan perawat, awalnya ragu datang ke bank sendirian tanpa ditemani anak. Namun, setelah beberapa kali ke BRI Jeneponto, ia merasa percaya diri. “Petugas selalu menyapa dengan senyum. Kalau saya lupa kacamata, mereka dengan sabar membacakan formulir. Layanan seperti ini jarang saya temukan di tempat lain,” katanya penuh haru.

Sementara itu, Pak Dullah (75 tahun), pensiunan TNI, mengaku mudah emosi jika harus menunggu lama. Namun, di BRI Jeneponto, ia merasakan suasana yang nyaman dan tertib. “Sejak ada Pak Ari, suasananya jadi lebih nyaman. Ada minum dan kue kecil. Walaupun sederhana, itu menunjukkan mereka benar-benar peduli,” ujarnya.

Yang paling berkesan bagi Ibu Fatimah (70 tahun), pensiunan pegawai kantor, adalah saat petugas hafal namanya. “Setiap datang, mereka langsung menyapa, ‘Selamat pagi, Ibu Fatimah. Silakan duduk.’ Itu membuat saya merasa dianggap keluarga. Kalau ada yang sakit, petugas bahkan mau jemput ke rumah,” ceritanya dengan mata berkaca-kaca.

Pak Mahmud (80 tahun), pensiunan kepala sekolah yang menggunakan kursi roda, tidak perlu khawatir mengakses layanan. “Ada jalur khusus untuk kursi roda. Petugas membantu saya dari awal hingga selesai. Cucu saya bilang, ‘Kakek, enak ya ke BRI Jeneponto, kayak ke hotel.’ Saya hanya bisa tersenyum dan berterima kasih,” ujarnya.

Testimoni demi testimoni ini membuktikan bahwa pelayanan prima BRI Cabang Jeneponto bukan sekadar soal fasilitas fisik seperti snack dan air minum. Lebih dari itu, yang dirasakan para pensiunan adalah empati, perhatian, dan rasa hormat yang tulus. Di tangan Ari Kusmayadi, BRI Cabang Jeneponto telah menjelma menjadi rumah kedua tempat di mana para pahlawan tanpa tanda jasa merasa dihargai, diayomi, dan dikasihi.

Itulah BRI Cabang Jeneponto, bukan sekadar tempat bertransaksi, melainkan rumah kedua bagi para pahlawan tanpa tanda jasa. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *