MATA SULSEL, JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto mengajak Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten terlibat langsung dalam mendorong lahirnya desa tematik dan desa ekspor di Provinsi Banten.
Ajakan tersebut disampaikan Yandri saat menerima audiensi Rektor UIN SMH Banten Muhammad Ishom beserta jajaran di Kantor Kementerian Desa dan PDT, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurut Yandri, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan desa. Apalagi, Banten memiliki 1.240 desa dengan karakteristik dan potensi yang berbeda-beda sehingga membutuhkan pendampingan yang terukur dan berkelanjutan.
Dengan jumlah mahasiswa dan alumni yang besar, UIN SMH Banten dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan desa melalui pemberdayaan masyarakat, inovasi, hingga penguatan kewirausahaan.
“Kalau kita sendiri tidak akan berhasil, Pak. Karena desanya terlalu banyak dan karakteristik masing-masing wilayah itu beda. Kita bimbing mahasiswa bertransformasi menjadi enterpreneurship,” kata Yandri.
Ia menjelaskan, desa-desa di Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan menjadi pusat produksi berbasis komoditas unggulan. Mulai dari desa wisata, desa tematik, hingga desa ekspor yang mampu menembus pasar internasional.
Yandri mengungkapkan, Kementerian Desa dan PDT telah memiliki jaringan pemasaran hingga ke puluhan negara yang membutuhkan berbagai produk pertanian dan perkebunan dari Indonesia.
Salah satu contoh yang disebutkan adalah komoditas sereh yang memiliki permintaan tinggi di pasar global. Menurutnya, pengembangan komoditas secara terintegrasi di tingkat desa dapat membuka peluang ekspor yang lebih besar.
“Kita punya pangsa dunia itu 59 negara dengan berbagai produk yang mereka minta, sereh mereka minta. Coba kalau di Banten kita buat 10 desa sereh, cuma kalau satu desa tidak memenuhi, kurang barangnya kan. Coba kalau satu kecamatan nanam sereh, bisa itu ekspor. Atau bawang merah, jahe, banyak pokoknya,” ujarnya.
Mantan Wakil Ketua MPR RI itu menegaskan, program pengembangan desa berbasis komoditas unggulan bukan sekadar gagasan, melainkan langkah nyata yang telah didukung dengan akses pasar dan skema pembiayaan.
“Ini pekerjaan yang sangat bagus dan terukur, tidak mengawang-ngawang Pak Rektor, ini bisa kita lakukan dan kami punya programnya. Kami punya jaringan pemasarannya, punya bantuan permodalannya. Tapi ini kalau tidak kita seriusi ya kasihanlah kita, duit habis, waktu habis tapi tidak ada hasil. Ini momentum yang bagus saya kira,” katanya.
Yandri juga mendorong keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penguatan ekonomi desa.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Direktur Jenderal Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Tabrani, Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Nugroho Setijo Nagoro, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa Mulyadin Malik, Kepala BPSDM Agustomi Masik, serta Staf Khusus Menteri Muhammad Khoirul Huda dan Fahad At-Tamimi.
Kolaborasi Kemendes PDT dan UIN SMH Banten diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem pembangunan desa berbasis potensi lokal sekaligus membuka jalan bagi lahirnya desa-desa ekspor baru di Provinsi Banten. (*)

Tinggalkan Balasan