Bank Indonesia Perkirakan Ekonomi RI Tumbuh 5 6 Persen di 2025

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Komentar BI

MATA SULSEL, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menyikapi kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) memastikan akan meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan memastikan mekanisme pasar tetap berjalan dengan baik.

Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), rupiah dibuka di level Rp18.016 per dolar AS atau melemah 49 poin dibandingkan penutupan sebelumnya. Level tersebut sekaligus menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan tekanan terhadap rupiah masih didominasi faktor eksternal, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memicu ketidakpastian global.

Menurutnya, eskalasi konflik tersebut berdampak pada tingginya harga minyak dunia yang kemudian meningkatkan risiko inflasi global dan mendorong aliran modal keluar dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Pelemahan nilai tukar masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang kembali tereskalasi dan menghambat prospek damai, sehingga mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global serta arus dana keluar dari negara emerging,” kata Destry dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi tingginya kebutuhan valuta asing di dalam negeri. Kebutuhan tersebut antara lain berasal dari repatriasi dividen perusahaan serta pembayaran utang luar negeri yang jatuh tempo.

Untuk meredam gejolak yang terjadi, BI menegaskan akan terus hadir di pasar melalui berbagai instrumen stabilisasi nilai tukar.

“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai dengan fundamentalnya,” ujar Destry.

Intervensi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Di sisi lain, BI juga memperkuat daya tarik instrumen keuangan domestik melalui pengelolaan struktur suku bunga yang lebih kompetitif guna menjaga arus masuk modal asing ke pasar Indonesia.

Bank sentral juga terus memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi internasional melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Program tersebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi lintas negara.

Saat ini kerja sama LCT telah diterapkan dengan sejumlah negara mitra, seperti Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Destry mengungkapkan pemanfaatan LCT terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga April 2026, nilai transaksi melalui skema tersebut telah mencapai sekitar 22,7 miliar dolar AS atau hampir menyamai total transaksi sepanjang 2025 yang mencapai 25,7 miliar dolar AS.

Meski rupiah melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS, BI menilai tekanan yang terjadi masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara-negara berkembang lainnya di kawasan Asia.

“Secara umum, pelemahan rupiah masih sejalan dengan regional. Secara year to date melemah 7,44 persen,” kata Destry.

Bank Indonesia juga memastikan kondisi ketahanan eksternal Indonesia tetap berada pada level yang aman. Hingga akhir April 2026, cadangan devisa nasional tercatat sebesar 146,2 miliar dolar AS, yang dinilai masih cukup untuk menopang stabilitas sektor eksternal dan memenuhi kebutuhan pembiayaan internasional.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pelaku pasar, perbankan, dan korporasi guna menjaga stabilitas pasar keuangan nasional serta meminimalkan dampak gejolak eksternal terhadap perekonomian domestik. (*)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *