Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Telkomsel Tegaskan Komitmen Bisnis Berkelanjutan untuk Generasi Masa Depan

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Telkomsel Tegaskan Komitmen Bisnis Berkelanjutan untuk Generasi Masa Depan

MATA SULSEL, JAKARTA – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Telkomsel kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan dampak yang bermakna melalui praktik bisnis yang berkelanjutan.

Perusahaan menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian dari strategi utama dalam menjalankan misi melayani masyarakat sekaligus memberdayakan generasi masa depan.

Komisaris Utama Telkomsel yang juga Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F.M. Hendropriyono, mengatakan perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan aktif dunia usaha dalam menghadirkan solusi berkelanjutan.

“Perubahan iklim adalah tantangan nyata yang dampaknya sudah dan akan semakin dirasakan. Dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar untuk mendorong praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan. Saya mengapresiasi Telkomsel yang, meskipun tidak berada di sektor ekstraktif, tetap menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlanjutan. Perusahaan yang menjaga keberlanjutan akan semakin dipercaya dan memiliki nilai lebih di mata masyarakat, terutama bagi generasi masa depan,” ujarnya.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Telkomsel meyakini bahwa perusahaan tidak mungkin maju sendirian tanpa lingkungan dan masyarakat di sekitarnya ikut berkembang. Sebesar apa pun pertumbuhan yang kita capai, semuanya akan kehilangan makna jika lingkungan tidak terjaga dan kualitas hidup masyarakat ikut menurun. Kami telah dan akan terus berinovasi dan berkembang agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas dampaknya,” katanya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui tiga pilar utama keberlanjutan perusahaan, yakni Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.

Melalui pilar Jaga Cita, Telkomsel terus memperluas akses digital sekaligus memberdayakan masyarakat agar mampu tumbuh dalam ekosistem ekonomi digital. Sepanjang 2025, Telkomsel melayani 156,1 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C yang didukung lebih dari 293 ribu BTS di seluruh Indonesia, termasuk di lebih dari 360 desa blank spot.

Selain itu, perusahaan juga membina sekitar 90 ribu pelajar, pelaku UMKM, komunitas, hingga talenta muda melalui berbagai program sosial berbasis digital serta meningkatkan kompetensi karyawan di bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan ilmu data.

Pada aspek Jaga Data, Telkomsel terus memperkuat perlindungan data pelanggan melalui penerapan sistem manajemen keamanan informasi berstandar internasional, seperti ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010, guna memastikan layanan yang aman, bertanggung jawab, dan andal.

Sementara melalui pilar Jaga Bumi, Telkomsel menjalankan berbagai inisiatif untuk menekan emisi karbon dan memperkuat operasional yang ramah lingkungan.

Hingga 2025, sebanyak 361 BTS Telkomsel telah memanfaatkan energi terbarukan melalui panel surya dan mikrohidro.

Seluruh limbah elektronik perusahaan juga telah dikelola melalui skema daur ulang, penggunaan kembali, maupun peremajaan, sementara seluruh kemasan kartu SIM telah menggunakan material kertas ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari upaya penyeimbangan emisi karbon, Telkomsel juga telah menanam lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang 2025 serta memperkuat ketahanan infrastruktur telekomunikasi terhadap dampak perubahan iklim.

Komitmen keberlanjutan tersebut juga tercermin dari kontribusi ekonomi perusahaan.

Sepanjang 2025, sekitar 83 persen pendapatan Telkomsel didistribusikan kembali kepada pemerintah, pemegang saham, pemasok dalam rantai pasok, serta karyawan.

Kontribusi itu turut didukung oleh lebih dari 235 ribu mitra outlet ritel yang tersebar di berbagai daerah dan berperan dalam membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan bahwa keberhasilan membangun bisnis berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Perjalanan menuju bisnis berkelanjutan hanya bisa dijalankan melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kita bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia. Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi, membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari implementasi strategi keberlanjutan GoZero Telkom Group, Telkomsel juga terus mendukung target pengurangan emisi menuju Net Zero Emission 2060 yang telah dicanangkan oleh Telkom Group, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *