file 00000000c09c72078655d85940d202cc

Ketika Nasabah Curiga, BRI Jeneponto Buka Suara: Pesan Pimpinan Cabang yang Mengubah Cara Pandang Seorang Ibu terhadap “Hadiah Rp50 Juta”

MATA SULSEL, JENEPONTO – Di sebuah ruangan sederhana di Kantor BRI Cabang Jeneponto, Jumat pagi itu tak seperti biasanya. Seorang ibu paruh baya bernama Ibu Subaedah (45) duduk gelisah di kursi tunggu. Tangannya menggenggam ponsel erat-erat, sesekali matanya menerawang layar yang menampilkan pesan singkat menggiurkan: “Selamat! Anda memenangkan hadiah Rp50 juta dari BRI. Klik link berikut untuk klaim.”

Ia nyaris menekan tautan itu. Tapi langkahnya terhenti. Rasa curiga mulai menyusupi hati. Bukannya mengeklik, ia justru melangkah masuk ke kantor BRI, mencari kepastian.

“Ibu, jangan dulu percaya. Itu modus penipuan,” ujar Ari Kusmayadi, Pimpinan Cabang BRI Jeneponto, dengan nada tenang namun tegas. Ia sedang berada di lobi saat melihat wajah sang ibu yang tampak bingung, Jum’at (5/6/2026).

Ari pun menarik kursi, duduk disamping ibu Subaedah tersebut. Ia tak hanya melayani sebagai pimpinan, tetapi juga sebagai sahabat bagi nasabahnya. Perlahan, ia menjelaskan satu per satu ciri-ciri penipuan berkedok undian berhadiah.

“Ibu harus ingat, BRI tidak pernah meminta data pribadi lewat link. Tidak pernah meminta transfer biaya administrasi untuk hadiah. Kalau ada yang menjanjikan uang besar dengan mudah, hampir pasti itu jebakan,” jelas Ari dengan sabar.

Mata sang ibu mulai terbuka. Ia menghela napas lega. “Terima kasih, Pak. Saya hampir tertipu. Saya pikir ini rezeki nomplok,” katanya dengan suara bergetar.

Ari tersenyum. Ia kemudian menambahkan, “Rezeki yang halal itu datang dari kerja keras dan tabungan yang aman, bukan dari undian tak jelas. Jadi, jangan pernah ragu untuk bertanya langsung ke kantor cabang jika menerima pesan mencurigakan.”

Pertemuan itu menjadi pengingat bagi publik, bahwa di era digital ini, penipuan mengintai dari layar ponsel. BRI Jeneponto pun tak tinggal diam. Sepanjang tahun 2025, pihaknya telah menggencarkan literasi digital kepada nasabah, terutama kelompok ibu rumah tangga dan lansia yang paling rentan menjadi sasaran.

“Kami rutin mengadakan edukasi di setiap kesempatan, baik saat nasabah datang ke kantor maupun saat kami turun ke pasar-pasar tradisional,” kata Ari, yang juga aktif memberikan penyuluhan di komunitas.

Baginya, keamanan nasabah bukan sekadar slogan. Ia menegaskan, “Kami ingin nasabah BRI tidak hanya untung secara materi, tapi juga aman secara data. Satu langkah waspada bisa menyelamatkan tabungan seumur hidup,” ujar Ari.

Kami, pihak BRI Jeneponto mengimbau seluruh nasabah agar selalu waspada terhadap modus penipuan seperti phishing, undian palsu, atau telepon mengatasnamakan bank. Jika ragu, segera hubungi Contact BRI di 14017 atau datangi kantor cabang terdekat.

“Ingat, Ibu tadi hanya selamat karena berani bertanya. Jangan malu untuk bertanya. Karena kehati-hatian adalah kunci utama,” pungkas Ari.

Di luar kantor, sang ibu melangkah pulang dengan langkah lebih ringan. Di tangannya, ia menggenggam brosur edukasi dari BRI. Di hatinya, ia membawa pelajaran berharga: tidak semua yang berkilau adalah emas, dan tidak semua pesan di ponsel adalah rezeki. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *