KAI Services Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Lewat Pelatihan K3 dan P3K

KAI Services Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Lewat Pelatihan K3 dan P3K

MATA SULSEL, JAKARTAKAI Services terus memperkuat budaya keselamatan kerja dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi petugas operasional di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta.

Pelatihan yang berlangsung di Auditorium Kantor Pusat KAI Services, Stasiun Mangga Besar, pada Rabu (3/6) itu diikuti 34 peserta yang terdiri atas tenaga alih daya (TAD), checker, dan petugas cleaning service unit angkutan barang.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kondisi darurat sekaligus memperkuat pemahaman mengenai aspek keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan operasional yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Manager Health, Safety, and Environment (HSE) Kantor Pusat KAI Services, Jarwanto, mengatakan materi yang diberikan mencakup prinsip dasar K3, Basic Safety for Outsourcing, penanganan kondisi darurat seperti kebakaran, teori segitiga api, hingga penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Seluruh aspek tersebut sangat penting mengingat operasional angkutan barang memiliki karakteristik pekerjaan dengan tingkat risiko yang cukup tinggi,” ujar Jarwanto.

Sementara itu, Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menegaskan perusahaan berkomitmen meningkatkan kompetensi sekaligus perlindungan bagi seluruh tenaga kerja operasional, termasuk tenaga alih daya yang bertugas di lini terdepan.

Menurutnya, pelatihan tidak hanya berfokus pada penyampaian teori, tetapi juga dilengkapi evaluasi melalui pre-test serta praktik langsung K3 dan P3K agar peserta memiliki kemampuan yang siap diterapkan di lapangan.

“Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti evaluasi awal dan simulasi praktik sehingga diharapkan mampu merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat demi mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan zero accident,” kata Nyoman.

Ia menambahkan, simulasi yang diberikan diharapkan mampu membentuk keterampilan personel dalam melakukan pertolongan pertama sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai potensi risiko di lingkungan kerja.

KAI Services juga terus mengedukasi seluruh pekerja lapangan agar selalu waspada terhadap potensi bahaya, memahami jalur evakuasi, serta mampu mengidentifikasi kondisi yang berisiko menimbulkan kecelakaan kerja.

“Kami menekankan kepada seluruh personel untuk segera melaporkan setiap potensi bahaya yang ditemukan di lingkungan kerja guna meminimalkan tindakan maupun kondisi tidak aman dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang bebas kecelakaan,” ujar Nyoman.

Melalui pelaksanaan diklat ini, KAI Services berharap seluruh petugas operasional, khususnya tenaga alih daya, semakin adaptif dan memiliki kemampuan preventif dalam menjaga keselamatan kerja.

Sinergi antara pemahaman regulasi K3, keterampilan P3K, dan budaya pelaporan risiko diharapkan mampu mendukung operasional angkutan barang Daop 1 Jakarta yang aman, efisien, dan berorientasi pada keselamatan. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *