Dorong Kesejahteraan Keluarga, OJK Gandeng TP-PKK Perkuat Literasi Keuangan

Dorong Kesejahteraan Keluarga, OJK Gandeng TP-PKK Perkuat Literasi Keuangan Perempuan

MATA SULSEL, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan perempuan sebagai bagian dari strategi membangun ketahanan ekonomi keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dalam rangkaian Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan kegiatan edukasi keuangan bertema “Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera” yang digelar di Gedung Dhanapala, Jakarta, dan diikuti sekitar 4.000 anggota TP-PKK dari seluruh Indonesia secara luring maupun daring.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan perempuan memiliki peran strategis dalam membangun fondasi ketahanan ekonomi keluarga sekaligus membentuk generasi yang memiliki kecakapan finansial.

“Literasi keuangan bagi perempuan bukan hanya tentang memahami uang, tetapi tentang membangun keluarga yang tangguh, melahirkan generasi yang cerdas finansial, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Friderica.

Menurutnya, penguatan literasi keuangan bagi perempuan sejalan dengan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) yang menempatkan perempuan sebagai salah satu kelompok prioritas karena kontribusinya yang besar dalam keluarga, pelaku UMKM, hingga perekonomian nasional.

Friderica menambahkan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan perempuan tidak hanya menjadi agenda edukasi semata, melainkan bagian dari strategi pemberdayaan untuk menciptakan keluarga yang lebih tangguh dan sistem ekonomi yang semakin inklusif.

Senada dengan itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menilai perempuan memegang peran sentral dalam menjaga stabilitas keuangan keluarga.

“Perempuan, khususnya Ibu-Ibu PKK, adalah kunci ketahanan keuangan keluarga sekaligus fondasi kesejahteraan masyarakat. Ketika perempuan berdaya secara finansial, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas,” kata Dicky.

Ia menjelaskan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi. Karena itu, peningkatan literasi keuangan perempuan diyakini akan memberikan dampak berantai terhadap penguatan ekonomi keluarga hingga tingkat nasional.

Dicky juga mendorong para anggota TP-PKK untuk berperan sebagai agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing dengan menularkan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak kepada keluarga dan masyarakat.

Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian, mengapresiasi inisiatif OJK dalam memperluas edukasi keuangan bagi perempuan di Indonesia.

“Literasi keuangan adalah fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, perempuan menjadi lebih tangguh dalam mengelola keuangan dan terhindar dari praktik keuangan ilegal,” ujar Tri Tito Karnavian.

Ia berharap program edukasi tersebut terus diperluas hingga menjangkau perempuan di berbagai daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menyebarluaskan pemahaman pengelolaan keuangan, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.

Selain memberikan pemahaman mengenai produk dan layanan jasa keuangan, kegiatan ini juga membekali peserta dengan kemampuan menyusun perencanaan keuangan keluarga serta mendorong perempuan menjadi agen literasi keuangan yang mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat di era ekonomi digital.

Dalam rangkaian acara tersebut, peserta juga mengikuti sesi diskusi yang menghadirkan Principal Consultant & CEO Zapfinance Prita Ghozie serta Wakil Direktur Utama PT BRI Vivian Dyah Ayu Retno, dengan Komisaris Utama Bank Jago Anika Faisal sebagai moderator. Diskusi membahas pengelolaan aset, pemilihan instrumen investasi yang aman, hingga pemanfaatan teknologi finansial secara cerdas dan bertanggung jawab.

Kegiatan edukasi tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta secara langsung dan 3.000 peserta secara daring dari berbagai daerah di Indonesia. Turut hadir Direktur PKK Nita Rosalin, Sekretaris Umum PKK Lusje Sugeng, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta Endang Nugrahani Pramono, serta jajaran pengurus lainnya.

Melalui program edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, OJK berharap kapasitas perempuan dalam mengelola keuangan terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai aktivitas keuangan ilegal. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *