MATA SULSEL, PALU – BPJS Ketenagakerjaan memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Universitas Tadulako sebagai upaya memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan akademik.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Gedung Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/6), dan dilakukan oleh Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Harjono Siswanto bersama Rektor Universitas Tadulako Prof. Amar.
Kerja sama tersebut mencakup penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Harjono Siswanto mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja sekaligus memahami pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja.
Menurutnya, kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam menghubungkan dunia akademik dengan sistem jaminan sosial nasional agar pemahaman mengenai hak dan perlindungan tenaga kerja dapat diperkenalkan sejak bangku kuliah.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap memasuki dunia kerja. Karena itu, kami memandang kampus sebagai mitra strategis untuk menanamkan pemahaman mengenai hak dan perlindungan pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Harjono.
Ia menjelaskan, nota kesepahaman tersebut juga menjadi tindak lanjut dari Grand Launching Kurikulum Jaminan Sosial (Kurjamsos) yang diluncurkan pada Agustus 2025 oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Dalam implementasinya, Universitas Tadulako dinilai menjadi salah satu perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen dalam mendukung pengembangan kurikulum jaminan sosial sebagai bagian dari peningkatan literasi perlindungan pekerja di kalangan mahasiswa.
Harjono menambahkan, ruang lingkup kerja sama tidak hanya menyasar aspek akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam penelitian, kajian ilmiah, pengembangan kurikulum, hingga inovasi yang dapat memperkuat sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan mengapresiasi komitmen Universitas Tadulako yang sejak 2017 telah memberikan perlindungan jaminan sosial kepada tenaga kontrak di lingkungan kampus. Hingga kini sebanyak 353 tenaga kontrak telah terdaftar dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan berharap perlindungan tersebut dapat diperluas mencakup seluruh ekosistem kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, tenaga pendukung, mahasiswa magang, hingga peserta kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Ke depan, kami berharap perlindungan dapat menjangkau seluruh ekosistem kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, tenaga pendukung, mahasiswa magang, hingga peserta kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi pusat keunggulan akademik, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, produktif, dan terlindungi,” tambah Harjono.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga sejalan dengan strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yakni memperluas cakupan perlindungan (Coverage), meningkatkan kualitas layanan (Care), serta memperkuat kredibilitas melalui riset dan inovasi (Credibility).
Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako Prof. Amar menyambut positif kerja sama tersebut sebagai momentum mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan lembaga penyelenggara jaminan sosial nasional.
Ia menilai sinergi tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi dunia akademik untuk berkontribusi dalam penguatan sistem perlindungan sosial yang inklusif melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Hari ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dengan lembaga penyelenggara jaminan sosial nasional. Kami berharap MoU ini segera ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama dan implementasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Amar, berbagai program kolaboratif seperti riset bersama, kajian akademik, pengabdian masyarakat hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan di tengah masyarakat.
Ia berharap kemitraan tersebut mampu memperkuat kesejahteraan sivitas akademika sekaligus mendukung lahirnya generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, produktif, berdaya saing, dan memiliki perlindungan sosial yang memadai.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku Suci Rahmad menyebut kerja sama dengan Universitas Tadulako sebagai langkah strategis untuk memperluas edukasi jaminan sosial kepada generasi muda, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Melalui sinergi ini, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebelum memasuki dunia kerja, sehingga dapat mendukung terwujudnya pekerja Indonesia yang produktif, terlindungi, dan sejahtera,” ujarnya.
BPJS Ketenagakerjaan berharap kolaborasi serupa dapat terus diperluas bersama berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem perlindungan pekerja yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memahami pentingnya jaminan sosial sejak masa pendidikan. (*)

Tinggalkan Balasan