Aksi Kemanusiaan, Relawan PGMI UIN Makassar Sisir Desa Terpencil Bagikan Bantuan
MAKASSAR, MATA SULSEL – Ikatan Keluarga Alumni dan Himpunan Mahasiswa Jurusan PGMI UIN Alauddin Makassar SEBUMI telah melakukan aksi kemanusiaan pasca gempa bumi Majene – Mamuju, Sulawesi Barat, yang dilaksanakan sejak tanggal 24 Januari pada hari minggu kemarin. Rabu, (27/1/2021).
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, relawan yang terdiri dari 2 Alumni dan 7 Mahasiswa menyalurkan bantuannya berupa sembako, obat-obatan dan pakaian di tempat pengungsian terpencil Desa Ahu, Kecamatan Tapalang Barat walaupun medan yang dihadapi berbahaya dengan jalan yang berlubang dan becek serta perjalanan yang sangat melelahkan karena harus dilakukan dari pagi sampai petang.
IKA PGMI yang dinahkodai Priandi Dewa Raja mengutus Munawwir Anas untuk terlibat dan mengawal mahasiswa pada aksi tersebut. Pada kesempatan yang sama turut hadir Abdul Rasyid Jakaria yang merupakan Formatur Ketua Umum HMJ PGMI memberikan Apresisasi kepada donatur dan teman-teman relawan.
“Mewakili Keluarga Besar PGMI UIN Alauddin Makassar mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan sumbangan donasinya , semoga kebaikannya bernilai ibadah disisi Allah SWT dan besar harapan kondisi di tempat bencana bisa pulih kembali dan masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa,”ungkap Rasyid sapaan akrabnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Muhammad Ramadhani selaku Ketua Umum Seni Budaya PGMI (SEBUMI) bahwasanya aksi kemanusiaan seperti itu harus dilakukan secara massif, baik yang terjadi di daerah Sulawesi maupun Indonesia pada umumnya.
Korban yang ditemui dilokasi sangat merespon baik dan berterimakasih terhadap apa yang diberikan oleh relawan. Pak Azis yang merupakan salah satu korban warga Desa Ahu, Kecamatan Tapalang Barat. “Tarima kasikku lako IKA PGMI anna HMJ PGMI, terutamana lako di Ketuana yang Mettindo Mattolong anna mambantu kami inde di Mamuju. Semoga Puang Allah ta’ala mambalas kacoaatta anna semoga maseppo dialle’ta ianasanna, tarimakasih banyak,”ucapnya dalam bahasa daerah setempat.(**).