Amran Sulaiman-Danny Pomanto Mesra dalam Temu Alumni Nasional Unhas di Bantimurung

Redaksi
27 Apr 2023 19:55
Culture 0 64
3 menit membaca

MAROS – Ratusan alumni Unhas yang bersatu dalam Ikatan Alumni (IKA) Unhas merayakan momentum persaudaraan sesama alumni dalam acara Halal Bihalal Temu Alumni Nasional dengan tema Kolaborasi Alumni Unhas untuk Global Geopark Pangkep.

Dengan mengenakan pakaian putih-putih, hitam, dan warna kebesaran Unhas yakni merah terlihat mereka bersatu padu penuh keakraban, beberapa juga saling mengenang dengan kisah-kisah masa kuliah dahulu.

Masing-masing juga saling mengabadikan momen tak terlupakan ini dengan foto bersama, video hingga menyanyi bersama.

Kemesraan seluruh alumni begitu terasa, Ketua IKA Unhas Amran Sulaiman dan Ketua IKA Unhas Sulsel Moh Ramdhan Pomanto serta seluruh Ketua IKA Unhas Wilayah begitu menikmati acara halal bihalal ini.

Keduanya dan para pengurus wilayah itu bahkan bernyanyi bersama di panggung lalu diikuti semua alumni.

Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto memuji event sederhana ini yang merupakan sebuah spirit baru dalam beralumni. Termasuk semangat berbagi ilmu. Ia juga tak sungkan mengatakan bahwa semangat ini akan melahirkan banyak pemimpin baru dari kalangan alumni Unhas.

“Jadi tidak ada fenomena gairah beralumni seperti hari ini, bukan hanya kita berkumpul hari ini tetapi IKA Wilayah juga, yang rencananya dua-tiga bulan selesai semua. Ini tandanya manfaat alumni begitu besar dengan mempertontonkan semua pengalaman dan ilmu setelah lepas dari Unhas,” kata Danny Pomanto usai menghadiri acara di Bantimurung, Kamis, (27/04/2023), siang.

Apalagi, sebagai Ketua IKA Unhas Sulsel pihaknya masuk dalam hal inisiasi dan implementasi program alumni di wilayah-wilayah.

Danny Pomanto menjelaskan reuni ini bukan hanya sekedar kumpul-kumpul tetapi dengan tema Kolaborasi Alumni Unhas untuk Global Geopark Pangkep maka IKA Wilayah sendiri sudah membuat sebuah tim Geopark Gowa misalnya, juga Geopark Bone yang sudah mulai dikerjakan dari ahli-ahli geologi yang dimiliki.

Dalam pandangannya, dampak dengan adanya penetapan Geopark Pangkep ini sangat berpengaruh bukan hanya terhadap Maros-Pangkep tetapi Makassar juga.

“Kalau geopark jelas pasti pintu masuknya Makassar, dan saya tahu persis geopark ini tidak ada samanya di dunia. Di mana ada Leang-leang dan lukisan tertua di dunia 49.500 tahun,” ungkapnya.

Sejarah itu menjadi question mark bagi para Arkeolog sehingga menjadi sangat menarik. Termasuk, dampak pariwisata bagi Makassar dengan istilah Beyond Makassar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tag Populer

Belum ada konten yang bisa ditampilkan.