Diluar Tupoksi, Wabup Saiful Arif Tetap Eksis Isi Ceramah Ta’azkiratul Maut

SELAYAR, MATA SULSEL – Di tengah kesibukan rutinitas tugas dan tanggung jawab sebagai seorang Wakil Bupati Selayar, H. Saiful Arif, SH, tetap berkenan menghadiri dan menyampaikan pesan kesabaran melalui rangkaian ceramah ta’azkiratul maut pada malam ketiga berpulangnya ke Rahmatullah almarhum Muhammad Fathan Rauf (9 thn) yang menutup usia pada hari Sabtu, (8/1/2023).

Bersama wakil bupati turut hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Selayar, M. Affandi, SE, bersama anggota DPRD Fraksi Partai Golkar, Muhammad Aqsa Ramadhan AA, Kabag Umper Setda Selayar, Andi Muhammad Awaluddin.
Ikut hadir dalam majelis ta’azkiratul maut yang diselenggarakan pada sekira pukul 20.34 Wita, hari, Senin, (9/1/2023) malam tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Selayar, Drs. Abdullah. yang diamanahi mewakili pihak keluarga untuk menyampaikan pengantar ahli musibah.

Bacaan Lainnya

Rangkaian acara ta’azkiratul maut yang dipandu master of ceremony (MC) Mutmainnah, dan Qoriah Nur Ihramayanti, ikut dihadiri keluarga, kerabat serta teman teman-teman dekat Rauf dan Uni (orang tua almarhum Fathan).

Pesan serta petunjuk agama bermuatan kabar gembira bagi orang orang yang rela, sabar, dan bersyukur dalam menjalani setiap bentuk cobaan dikupas pria yang sekaligus merupakan sosok Ketua Forum Silaturrahim Antar Muballigh (Forsam) Kabupaten Selayar itu.

Saiful Arif, sempat beberapa kali menyebut nama Rauf dan Uni, orang tua almarhum agar bisa tetap tegar dalam menerima dan menjalani ujian keimanan yang tengah diperhadapkan oleh Allah SWT.

Disaat rasa sedih dan rindu membuncah tak tertahankan kedua orang tua almarhum diminta untuk tidak larut dalam rasa duka dan kehilangan yang mendalam.

Wabup berpesan agar kedua orang tua almarhum dapat senantiasa ikhlas, bertawakkal dan tidak berhenti memanjatkan doa, dzikir, serta muraqabah.

Dalam rangkaian acara ta’azkiratul maut yang dilaksanakan di ruas Jln. Jeruk tersebut, wabup, Saiful Arif, sempat mengupas tragedi karamnya kapal KLM. Lestari Maju yang sempat merenggut jiwa tiga orang sekaligus dalam satu rumah di lingkungan Bonea Kelurahan Benteng Utara dan sekaligus mengingatkan kembali peristiwa naas tenggelamnya kapal Kasman Indah 06 di perairan laut Pulau Jampea, beberapa waktu lalu.

Sebuah rangkaian peristiwa laka laut yang menelan enam korban hilang dan lima orang korban selamat, asal Kabupaten Jeneponto. (FS)

Pos terkait