Dinas PPKB Jeneponto Optimis Capai Target Pendataan Keluarga 2021

JENEPONTO, MATA SULSEL – Pendataan Keluarga tahun 2021 yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dilaksanakan pada 1 April – 31 Mei.

Pendataan dilakukan untuk basis data sebagai dasar bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan keluarga.

Bacaan Lainnya

Seperti halnya Pendataan Keluarga yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Jeneponto.

“Pembangunan dimulai dari perencanaan yang baik, dan perencanaan berdasarkan data yang akurat melalui pendataan keluarga 2021,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Jeneponto dr. Iswan Sanabi kepada awak media, Kamis (27/5/2021).

Iswan menjelaskan bahwa Pendataan Keluarga tahun 2021 menjadi sesuatu yang penting bagi pemerintah dan pemerintah daerah dalam menyediakan basis data keluarga untuk intervensi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana), dan program pembangunan lainnya.

Pendataan keluarga dilakukan serentak setiap lima tahun sekali, dan pendataan tahun ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Keluarga yang didatangi ke rumah harus memastikan kader pendata mengenakan masker, serta menjaga jarak aman.

“Keluarga adalah bagian fundamental dalam masyarakat, agama, dan negara. Negara menjamin dan melindungi setiap warganya untuk mendapatkan haknya, dan pendataan keluarga ini dilakukan dalam usaha melindungi dan memenuhi hak tiap warga negara, termasuk keluarga,” ujar mantan Direktur RSUD Lanto Dg. Pasewang tersebut.

Iswan menegaskan, Pendataan Keluarga tahun 2021 penting dilakukan untuk memotret dan mengenali keluarga Indonesia. Selain itu, pendataan juga dilakukan untuk mengetahui potensi dan kendala keluarga Indonesia dalam fungsi vital di bidang kesehatan, pendidikan, serta ekonomi.

Pendataan Keluarga tahun 2021, lanjut dia, menyediakan profil pasangan usia subur, keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja, keluarga dengan lansia, keluarga berisiko stunting, dan aspek kesejahteraan keluarga by name by address yang tidak tersedia secara lengkap pada sumber data manapun.

“Semua potensi dan tantangan keluarga merupakan potensi dan tantangan bagi kita semua. Maka kita lakukan pendataan untuk mengukur kualitas kemandirian dan kebahagiaan keluarga di Jeneponto,” ungkapnya.

Sementara itu, tambah Iswan, untuk pendataan keluarga 2021 di Jeneponto sampai saat ini sudah mencapai 50 persen secara umum, dengan capian data keluarga sekitar 52.000 orang dari angka yang diberikan sebanyak 108.939 orang.

“Insya Allah, target itu kita akan capai. Karena berdasarkan hasil monitoring dari seluruh kecamatan di Jeneponto, rata-rata setiap kecamatan sudah mencapai 90 persen sampai saat ini. Jadi saya optimis pendataan keluarga di Jeneponto akan dicapai sesuai target,” kata Iswan optimis.

Petugas Pendataan Keluarga tahun 2021 terdiri dari pemerintah dan masyarakat, yakni Manajer Pengelolaan PK Tk Kecamatan, Manajer Data, Supervisor Tk Desa, dan petugas kader pendata. (*)

 

Pos terkait