DPK- GMNI Syariah Dan Tarbiyah, Kota Ternate Gelar Pelantikan Pengurus

 

Ternate, Matasulsel – Dewan Pimpinan Komisariat (DPK-GMNI) Syariah dan Tarbiyah Kota Ternate, menggelar Pelantikan pengurus terpilih, di Gedung Benteng Orange Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Minggu (14/03/2021).

Bacaan Lainnya

Dengan Tema “Mengembangkan Jiwa Kepeloporan Sesuai Dengan Asas dan Asas Perjuangan.”

Komisaris terpilih Abdul Muhid Bayan, dalam sambutannya mengungkapkan, tentang Asas dan asas perjuangan yang di maksud adalah Marhaenisme sebagai cita-cita yang harus di wujudkan.

“Terkait dengan asas perjuangan yaitu Non-Koperatif tidak bisa bekerja sama dengan elit politik Borjuis,” ungkapnya.

Abdul menambahkan, GMNI itu adalah kepeloporan kelas pekerja dalam hal ini buruh itu langsung bersentuhan dengan eksploitasi kapitalisme dan imperialisme, akan tetapi kali buruh sudah masuk dalam istilah marhaen sebab marhaen menurut bung Karno adalah seluruh rakyat Indonesia yang di melaratkan oleh sistem kapitalisme dan imperialisme karena itu harus membangun kontak terhadap marhaen.

“Dalam diskusi usai kegiatan, Ia juga menjelaskan, bahwa seharusnya di organisir dan di bentuk fron marhaenis, hingga membentuk partai pelopor yang di pelopori oleh buruh sesuai 9 tesis marhaenisme,” jelas Muhid

Husen Umsohi Demisioner DPK Tarbiyah, mengatakan bahwa muda mudahan dengan bergantinya kepemimpinan baru DPK Tarbiyah bisa membawa perubahan di Dua DPK Syariah dan juga Tarbiyah.

“Menjadi seorang pemimpin harus mempunyai sifat kedewasaan dalam memimpin,” ujarnya.

Adapun rangkaian kegiatan yang di susun oleh Panetia yaitu, Sambutan Komisaris DPK terpilih Syariah Muhammad hafid dan Komisaris Tarbiyah Abdul Muhid Bayan. Sambutan pengurus cabang Guru Hi Saman sekalian melantik DPK terpilih, sambutan Komisaris demisioner DPK syariah dan Komisaris demisioner DPK Tarbiyah.

Agenda kegiatan pelantikan di akhiri dengan pembacan dua buah karya Puisi Sadga Abdurahman penulis Buku Hibuahlamo yang berjudul “Masi Miskin” dan “Wahai Engkau Generasi” di bawahkan oleh Sadga Abdurrahman. (*/Penulis: Fuji Pangandro)

Pos terkait