Gugatan Ditolak, Penyidikan Dugaan Korupsi Disdikbud Jeneponto Tetap Dilanjutkan

Arifuddin Lau
22 Des 2021 19:12
HUKUM 0 71
3 menit membaca

Kasi Pidsus Kejari Jeneponto Ilma Ardi Riyadi, SH. (Foto. Istimewa)

JENEPONTO, MATA SULSEL – Hakim Pengadilan Negeri Jeneponto menolak permohonan praperadilan mantan Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jeneponto Jabal Nur.

Putusan tersebut dibacakan Hakim Tunggal Firmansyah Amri, SH di Pengadilan Negeri Jeneponto, Selasa (21/12/2021).

Hakim menyatakan penyidikan yang dilakukan termohon, Kejaksaan Negeri Jeneponto terhadap pemohon Jabal Nur, hingga penetapan tersangka dan penahanan adalah sah secara hukum.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jeneponto Ilma Ardi Riyadi, SH membenarkan bahwa gugatan kuasa hukum pemohon Suardi, SH dkk terhadap termohon semuanya ditolak oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Jeneponto dalam sidang perperadilan yang digelar kemarin, Selasa (21/12/2021). Putusan dibacakan oleh hakim Firmansyah Amri pada pukul 14.00 wita.

Dengan demikian kata Ardi, penyidikan terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek rehabilitasi sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019 di Disdikbud Jeneponto, dengan anggaran sebesar Rp39 miliar tetap dilanjutkan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Jeneponto.

Dikatakannya, adapun dalil-dalil materi yang diajukan oleh kuasa hukum pemohon Jabal Nur ada tiga yaitu, terkait penyidikan dianggap tidak sah atau cacat hukum, penetapan tersangka Jabal Nur tidak sah atau cacat hukum dan penahanan Jabal Nur tidak sah atau cacat hukum.

“Ketiga dalil-dalil materi yang diajukan oleh kuasa hukum pemohon Jabal Nur akhirnya ditolak oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Jeneponto,” ungkap Ardi kepada awak media, Rabu (22/12/2021).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tag Populer

Belum ada konten yang bisa ditampilkan.