Hari Ini Sekda Syafruddin Nurdin Pimpin Coffe Morning, Ini Yang Dibahas !

JENEPONTO, MATA SULSEL – Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto Syafruddin Nurdin memimpin Coffe Morning di dampingi Asisten II dan Asisten III berlangsung di Ruang Pola Panrangnuanta Kantor Bupati Jeneponto, Senin (8/3/2021).

Coffe Morning kali ini membahas Surat Edaran Kementerian Keuangan RI melalui Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nomor: SE-2/PK/2021 tentang Penyesuaian Penggunaan Anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa TA 2021 untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019, Kemudian dipertegas kembali dengan Surat Edaran Nomor : SE-3/PK/2021.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya diketahui surat edaran tersebut sebagai tindak lanjut implementasi dari pemberlakuan Instruksi Mendagri No : 3 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dan pembentukan posko penanganan Covid-19 ditingkat desa dan keluarahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Untuk itu, kepada seluruh Pemerintah Daerah dalam melaksanakan Surat Edaran tersebut, diwajibkan melakukan penyesuaian penggunaan (Refocussing) anggaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) untuk TA 2021, yang meliputi Pemerintah Daerah melakukan realokasi dan refocusing Dana Alokasi Umum (DAU) dan/atau Dana Bagi Hasil (DBH) dalam rangka Penyediaan dukungan pendanaan untuk belanja kesehatan pengangan covid-19 dan prioritas lainnya, yaitu : Dukungan Operasional pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, pemantauan, penanggulangan dampak pasca vaksinasi, distribusi, insentif tenaga kesehatan dalam rangka pelaksanaan vaksinasi, insentif tenaga kesehatan dalam rangka penanganan pandemic covid-19

Dukungan pendanaan tersebut, ditetapkan oleh kementerian keuangan melalui Direktur perimbangan keuangan, paling sedikit 8% dari alokasi DAU TA 2021 atau sesuai kebutuhan daerah dengan memperhatikan tingkat kasus covid-19 yang ditetapkan oleh BNPB.

Disamping dari Dana DAU, ketentuan untuk pelaksanaan Dana Desa juga diarahkan dalam rangka penggunannya (earmarked) pada Bantuan Langsung Tunai Desa Paling sedikit 8% dari pagu Dana Desa tiap desa diarahkan pada kegiatan penanganan pandemi covid-19 yang merupakan kewenangan desa berupa aksi desa aman Covid-19 dan satuan tugas desa aman Covid-19.

“Untuk Dana DAK Fisik TA 2021, Pemerintah Daerah wajib mengutamakan penyerapan sebanyak mungkin tenaga kerja lokal dan penggunaan bahan baku lokal, ” harap Sekda Jeneponto.

Ditempat terpisah, Kabid Anggaran Syamsul Riady Yakub, S.STP, M.Si nenyampaikan bahwa, selain tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Keuangan tersebut, Pemerintah Daerah kembali diwajibkan untuk melaksanakan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan No 17/PMK/07/2021 tentang Pengelolaan dana transfer ke daerah TA 2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan dampaknya, dimana seluruh Pemerintah Daerah mengalami pemangkasan dana transfer yaitu pengurangan dana alokasi umum (DAU), termasuk juga Kabupaten Jeneponto, dari penetapan DAU TA 2021 pada APBD Pokok sebesar Rp. 624.726.479.000 dipangkas oleh pemerintah pusat sebesar Rp 20.008.335.000, atau 3,2 %, sehingga DAU Kabupaten Jeneponto TA 2021 sisa menjadi Rp. 604.718.144.000, yang tentunya secara otomatis juga akan berdampak pada rasionalisasi/pengurangan anggaran pagu belanja seluruh OPD yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Untuk itu Pemerintah Daerah Kabupaten Jeneponto akan melakukan rasionalisasi anggaran DAU bagi seluruh OPD kurang lebih sebesar 20 Milyar, ditambah dengan realokasi/refocusing anggaran untuk mendukung penanganan vaksinasi covid-19 paling sedikit 8% dari alokasi DAU atau sebesar kurang lebih Rp 48 Milyar.

“Saat ini Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah melaksanaan rapat pendahuluan untuk pembicaraan awal terkait rencana rasionalisasi anggaran DAU dan refocussiing/realokasi anggaran tersebut, dan dalam waktu dekat akan dilakukan penyesuaian kembali pada APBD yang tentunya akan dilakukan kajian dan pembahasan terkait kegiatan-kegiatan yang menjadi target dari rasionalisasi dan realokasi/refocusing tersebut,” tambah Syafruddin.

Sekda Syafruddin Nurdin juga menyampaikan adanya ketentuan, bahwa setiap pemerintah daerah wajib melaporkan pelaksanaan rasionalisasi anggaran ke kementerian keuangan sebagai syarat penyaluran DAU bulan berikutnya.

“Dalam hal Pemerintah Daerah tidak menyampaikan pelaksanaan rasionalisasi anggaran secara tepat waktu, maka kementrian keuangan akan melakukan penundaan penyaluran DAU TA 2021, dan ada kemungkinan juga akan dilakukan pengurangan transfer DAU sebanyak 25% setiap bulannya apabila Pemerintah Daerah tidak menyampaikan laporan tersebut,” ujar Sekda Jeneponto.

Selain itu, di bahas pula hasil pemeriksaan BPK RI perwakilan Sulawesi Selatan tentang laporan keuangan masing-masing perangkat daerah, pembahasan penyelesain piutang pemda kepada pihak ke tiga dan laporan tindak lanjut LHP BPK tahun sebelumnya yang akan berkontribusi terhadap Opini BPK. Semua ini harus kita tuntaskan untuk mendapatkan penilaian BPK yang lebih tinggi, pungkas Syafruddin.

Hadir dalam acara tersebut para Kepala OPD, Kabag, Camat Se-Kabupaten Jeneponto dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. (*)

Pos terkait