Kadis PUPR Jeneponto Marah, Tindakannya Tidak Main-Main, Ini Penyebabnya!

JENEPONTO, MATA SULSEL – Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Jeneponto sudah mulai rusak. Padahal ruas jalan tersebut baru dikerjakan oleh rekanan atau kontraktor pada tahun anggaran 2020 kemarin.

Reaksi pun berdatangan dari berbagai pihak baik dari warga maupun dari aktivitis mahasiswa yang menyoroti kondisi ruas jalan yang rusak tersebut.

Bacaan Lainnya

Akibatnya mereka pun melakukan aksi unjuk rasa di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jeneponto beberapa waktu yang lalu.

Tidak hanya jalan, pembangunan trotoar pun disorot bahkan menjadi perhatian khusus dari aparat penegak hukum (APH) khususnya pihaknya Kejaksaan Negeri Jeneponto.

Terkait hal tersebut, pihak Dinas PUPR Jeneponto yang kini di nahkodai Muh Arifin Nur, SH, MH tidak tinggal diam.

Arifin Nur langsung mengambil tindakan tegas yang di back up oleh Bidang Bina Marga dengan melakukan teguran atau tindakan kepada kontraktor yang melakukan pengerjaan jalan dan trotoar tersebut.

“Terkait jalan yang sudah mulai rusak dan trotoar, pihak Dinas PUPR sudah mengambil tindakan tegas kepada kontraktor yang bersangkutan,” kata Arifin, melalui pesan via WhatsApp, Selasa (2/10/2021).

Arifin menegaskan untuk perbaikan jalan dan trotoar sesuai dengan kesepakatan maka batas waktu (deadline) yang diberikan yaitu dua (2) Minggu.

“Jadi sesuai dengan kesepakatan dengan rekanan maka batas waktu perbaikan jalan dan trotoar yaitu dua Minggu dan itu harus tuntas,” tegas Arifin.

Ia mengatakan semua jalanan yang rusak sesuai tuntutan akan dilakukan perbaikan secara tuntas, karena semua alat berat sudah ada di Kabupaten Jeneponto.

Selain itu, kata Arifin sebelumnya pihaknya juga sudah menyurati kontraktor dan itu sangat direspon positif oleh rekanan yang bersangkutan.

Kemudian juga belum ada FHO atau penyerahan pihak kedua kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jeneponto, sehingga ini menjadi tanggung jawab murni pihak kontraktor, imbuh alumnus Fakultas Hukum UMI tersebut.

Sementara itu, sebut Arifin masih ada dana pihak kontraktor sebesar 15 persen yang tertinggal dan Kabid Bina Marga Mashuri Lalang sudah berjanji tidak akan memberikan dananya kalau pekerjaan mereka tidak mulus.

“Untuk ruas jalan Barandasi-Bontojai yang rusak, sudah mulai dikerja oleh PT Hijrah Bangun Nusantara, dimana ruas jalan ini menelan anggaran Rp 8,8 Milyar,” ujar Arifin.

Sedangkan untuk perbaikan pembangunan trotoar yang dikerjakan oleh PT Aditya Perdana Sakti yang menelan anggaran sekitar Rp 11 Milyar juga sudah mulai di lakukan perbaikan, pungkas Arifin. (*)

 

Pos terkait