Keluarga Besar KT Selayar Berduka, Ibunda Ahmad Dzulfikar Tutup Usia

SELAYAR, MATA SULSEL – Suasana berkabung, kesedihan, duka, dan kehilangan menyelimuti keluarga besar Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan menyusul berpulangnya ke Rahmatullah, Hj. Sitti Ramlah Safar, BA, ibunda, Ketua Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Selayar, Ahmad Dzulfikar.

Sosok wanita yang dikenal sebagai mantan guru SMI/SMP Muhammadiyah, era 1975-1980-an, tersebut, berpulang ke Rahmatullah, pada sekira pukul 15.06 Wita, hari, Jum’at, (13/5) sore, kemarin.

Bacaan Lainnya

Almarhumah pergi, meninggalkan tiga orang putera, satu orang puteri, sepuluh cucu, dan empat orang menantu

Semasa sehat dan hidupnya, wanita yang lahir pada tahun 1943 ini, pernah menempati sejumlah jabatan dan kedudukan penting di level kabupaten, diantaranya : mantan anggota DPRD Selayar, masa bakti 2004-2009, Ketua Aisyiah Kabupaten Selayar, periode 2016, dan sekaligus mantan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Selayar.

Dalam masa jabatannya selaku Ketua Aisyiah, almarhumah, masih sempat menghadiri dan melantik secara langsung, pengurus Aisyiah Cabang Polebunging hasil muscab tahun 2016 yang diselenggarakan pada, hari, Minggu, (13/11) 2016.

Selain itu, almarhumah juga sempat direkomendasikan mantan bupati Selayar, Drs. H. M. Akib Patta, untuk mengisi posisi pembina Yayasan Madani Tanadoang.

Pada masa itu, almarhumah, diusul bersama dengan dua orang tokoh lain agama lainnya yang terdiri dari (Almarhum) H. Zainuddin Dg. Matula dan H. Mahmuddin Kebo.

Wanita berusia kurang lebih tujuh puluh sembilan tahun ini, berpulang ke Rahmatullah, menyusul sejumlah mantan anggota DPRD Selayar lainnya yang sudah lebih awal dipanggil menghadap ke pangkuan haribaan.

Sederet nama mantan anggota DPRD dimaksud, terdiri atas : Mantan Ketua DPRD Selayar, H. Muhtar Sjafaruddin, H. Saraja Massa, H. Abd. Rahim Patta, Dr. (HC) H. Ince Langke IA, MM.Pub, Ir. Arifin Dg. Marola, Drs. Andi Nomang, Abdul Rajab Marring, H. Lachmuddin Ismail, Drs. Patta Lalang, Ir. Wildan, Drs. Muh. Askin, H. Abdurrahman Masariki, H. Zainuddin Dg. Matula, Drs. Misbahuddin, Drs. Andi Pangadjari, Abidin Gandi, SE, Drs. H. Arifin Abdullah, H. Andi Muthalib, Hamsiah Artab, M. Aris Ridwan, Yohannes SP, Sulaeman Basri, Nurdin Handu, Burhanuddin, dan Hj. Suryani Ramli.

Setelah sempat terbaring sakit kurang lebih setahun, almarhumah, pergi dan menutup mata untuk selama-lamanya, menyusul mendiang suami tercinta, H. Tanri Gauk (Almarhum) yang meninggal dunia lebih awal pada, pada sekira pukul 11. 00 Wita, hari, Kamis, (22/7) 2021 silam.

Setelah sempat disemayamkan di rumah duka di ruas Jln. Bonto, Lingkungan Bua-Bua Timur, Kelurahan Benteng Utara dan disholatkan di Masjid Baitul Makmur, Benteng, jenazah langsung dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Lango-Lango, pada sekira pukul, 11.00 Wita, hari, Sabtu, (14/5) siang.
Ta’azkiratul maut, atas berpulangnya almarhumah akan diselenggarakan pada hari, Senin, (15/5) malam. (Andi Fadly)

Pos terkait