JENEPONTO – Suasana penuh khidmat menyelimuti Mesjid Taqwa Kodim 1425/Jp, saat masyarakat dan prajurit berkumpul untuk melaksanakan Doa Bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI yang ke-79, Kamis, (3/10/2024).

Kegiatan ini dimulai tepat pukul 18.00 Wita dan dihadiri oleh berbagai elemen, menciptakan momen yang tak terlupakan dalam kebersamaan.

Mengusung tema “TNI Modern Bersama Rakyat Siap Mengawal Suksesi Kepemimpinan Nasional Untuk Indonesia Maju”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ikatan antara TNI dan masyarakat.

Dandim 1425/Jeneponto, Letkol Inf Muhammad Amin, S.IP, memimpin acara ini dengan penuh semangat, mengingatkan semua peserta akan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung TNI untuk menjaga kedaulatan dan kemajuan bangsa.

Setelah pembukaan, kegiatan dimulai dengan Sholat Magrib berjamaah yang dihadiri oleh para perwira staf Kodim, Danramil, serta personil dan PNS.

Suasana damai dan penuh penghormatan memenuhi ruangan, menciptakan ikatan spiritual yang kuat di antara semua peserta.

Setelah sholat, acara dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin yang dipimpin oleh Uzt. Serda Muhammad Sahir. Dalam momen ini, semua peserta mengangkat doa, berharap agar TNI semakin jaya dan selalu diberikan perlindungan dalam menjalankan tugas mulia mereka.

Doa bersama ini menjadi rangkaian kegiatan, di mana setiap peserta merasakan kedekatan dan kebersamaan dalam sebuah tujuan yang lebih besar.

Kegiatan Doa Bersama ini berakhir pada pukul 18.50 Wita, dengan suasana yang penuh rasa syukur dan harapan.

Semua peserta merasa terhubung dalam kebersamaan, mengingatkan mereka bahwa TNI bukan hanya milik prajurit, tetapi juga milik seluruh rakyat Indonesia.

Kehadiran para perwira, Danramil, personil, dan masyarakat menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung TNI dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

Melalui doa dan harapan, diharapkan TNI dapat terus bersinergi dengan rakyat, mengawal Suksesi Kepemimpinan Nasional menuju Indonesia yang lebih maju.

Doa Bersama ini bukan hanya sekadar kegiatan ritual, tetapi juga sebuah pernyataan tekad untuk terus berdampingan dalam menghadapi tantangan ke depan. (Oji pajeka).