Komunitas Nationalism People Gelar Kajian Rutin Untuk Menepis Krisis Intelektual Diera Pandemi Covid-19

 

Makassar, Matasulsel – Komunitas National People menggelar kajian rutin, untuk menepis krisis intelektual di era Pandemi Covid-19, yang berlokasi di Markas Besar Titik Nol Abdesir, Senin (09/03/2021).

Bacaan Lainnya

Anggota Komunitas Nationalism People, Awi mengatakan pada era Pandemi Covid-19 saat ini tampaknya tradisi intelektual mahasiswa tidak sekadar meredup, tapi sudah bisa dikatakan hampir menghilang, para aktivis saat ini sudah tidak tertarik lagi dengan suasana intelektual dan forum-forum diskusi. Bisa dilihat pada diskusi atau training-training yang diadakan oleh organisasi kemahasiswaan sepi dari peminat. minat pemuda dan mahasiswa untuk berpartisipasi sangat minim apalagi di era pandemi saat ini.

” Kini organisasi atau komunitas Mahasiswa lain diam membisu, gairah menuntut perubahan mengendor, Sama-sama melempem, takut lapar dan tidak lagi menjadi pelopor yang menuntut perubahan. Jika sudah seperti ini, bagaimana Umat dan Bangsa dapat maju,” katanya.

Tambahan ia, adapun tema kajian yang dibahas pada peremuan perdana ini adalah dengan melahirkan ide dan gagasan yang terkonsep dengan sebutan kelas Logika dan Filsafat sebagai wadah pengembangan potensi diri dan menumbuhkan intelektualitas ide dan gagasan untuk menghidupkan kembali budaya kajian yang didesain dengan baik, diskusi rutin yang terkonsep dan kegiatan kegiatan kemanusiaan sejatinya harus kembali diadakan.

Awi menuturkan selaku anggota Komunitas Nationalism People, desain Ini sebagai cara pengganti tradisi Kemahasiswaan yang biasa rutin diagendakan yaitu tiga kali seminggu Senin, Rabu dan Jumat.

“Selain itu kegiatan kajian ini juga akan diadakan pada siang hari secara rutin pada pukul 15.00 WITA. Yang berlokasi di Markas Besar Titik Nol Abdesir, Tujuan ini diagendakan untuk mempererat tali silaturahmi antar Mahasiswa selama wabah Covid-19 yang masih berlangsung,” tuturnya.

kajian rutin ini diadakan untuk bertujuan menjadikan mahasiswa, pelajar dan pemuda untuk giat berorganisasi sesuai khitahnya. Hingga menjadi manusia/kader dan anggota sebagai penjaga budaya dan pelopor semangat perubahan Bangsa dan Negara. (*/Penulis : Tom)

Pos terkait