TAKALAR – Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan disingkat LIDIK PRO Sulsel soroti temuan proyek yang dikerjakan asal-asalan di wilayah Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar.

Dari hasil investigasi dan temuan dilapangan, pengerjaan proyek miliaran dibawah naungan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Takalar, selaku penyedia jasa dari CV. Putra Konawe Raya, sangat disayangkan pekerjaannya di lapangan sangat mengecewakan warga setempat hingga LIDIK PRO Sulsel turun langsung melihat pekerjaan proyek tersebut.

Proyek dengan paket penanganan long segment (pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, peningkatan/rekonstruksi), ruas bontomajannang hingga ke kampung parang, diduga kuat ada dugaan pengurangan volume hingga pekerjaan juga diduga tidak sesuai bestek, tegas Syafruddin Ketua GMIL LIDIK PRO Sulsel, Rabu (10/7/2024).

Dari temuan ini, sudah kami laporkan ke Ketua DPP LIDIK PRO Sulsel, Kemal Situru . Proyek dengan nomor kontrak 03/SPK-DAK/PPK/DPUTRPKP-BM/III/2024 dengan tanggal kontrak 18 maret 2024 dengan nilai kontrak 5,6 miliar lebih dengan lama pengerjaan 160 hari kerja, yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK), terang Syafruddin.

Temuan ini akan kami tindak lanjuti dengan laporan ke Polres Takalar, ke Mabes Polri, kementerian PUPR karena kami menganggap kalau ini terus dibiarkan, selain merugikan negara juga akan merugikan masyarakat, karena pengerjaan yang dibangun tersebut dinilai cepat rusak, dan itu terlihat saat pengerjaan dipegang dengan tangan telanjang langsung terhambur, ujar Syafruddin.

“Yah, kami punya temuan salah satunya dalam bentuk audio visual di lokasi pengerjaan proyek berjalan, jadi makin yakin pengerjaan proyek pembangunan jalan ini diduga asal-asalan dan tidak sesuai spek,” ulasnya lagi.

Selain itu, kami juga akan lakukan konsolidasi ke DPP terkait temuan kami, untuk selanjutnya berencana akan melakukan aksi demonstrasi depan Polres Takalar dan depan Dinas PU Takalar, tegasnya. (*)