Kalaupun dihitung diluar dari PAD, lanjutnya, dalam kurung waktu, 3 tahun 8 bulan, ternyata bisa dua kali lipat, maka harus di periksa lebih jauh.

Meski demikian, dia mengatakan, penambahan kekayaan bisa saja berasal dari usaha pribadi yang bersangkutan.

“Kalau ada usahanya harus diperjelas. Cuma akan sulit bertindak, kapan dia sebagai pejabat publik, kapan dia sebagai Wali Kota dan kapan dia sebagai pengusaha. Tapi itu bisa saja, dan memang perlu dijelaslan,” tuturnya.

Sebelumnya, LHKPN Danny ke KPK pada bulan Agustus 2013 lalu, sebanyak Rp32,5 miliar.

Namun, data yang dilansir melalui situs kpk.go.id, tertanggal 10 Januari 2018, pasangan Indira Mulyasari di Pilwali Makassar mendatang, harta kekayaannya meningkat dua kali lipat yakni Rp79,732 miliar. 

Ada peningkatan sekira, Rp47,5 miliar dalam waktu 3 tahun 8 bulan menjabat sebagai walikota.

Danny Pomanto resmi menjabat sebagai Walikota Makassar, menggantikan Ilham Arief Sirajuddin, tanggal 8 Mei 2014 lalu. (*)