Reservoir Air Baku di Kecamatan Turatea Telan Anggaran Rp 30 Miliar

JENEPONTO, MATA SULSEL  – Pemerintah Kabupaten Jeneponto akan menganggarkan pembangunan reservoir air baku di Kampung Rannaya, Kecamatan Turatea.

Reservoir air baku dengan ukuran 40×80 yang nantinya dapat mengairi sembilan kecamatan di Jeneponto, dengan Kapasitas air baku 600 liter per detik. Sedangkan PDAM yang saat ini, hanya berkapasitas 100 liter perdetik.

Bacaan Lainnya

Rencana pembangunan reservoir dan jaringan pipa distribusi air baku itu, untuk memenuhi ketersediaan air masyarakat. Termasuk dimensi bangunan sudah direncanakan yang berguna menampung air.

“Lahannya sudah ada dan sudah dibebaskan seluas 1,6 hektare. Dan untuk sementara ini, sedang menunggu sertifikat untuk di bawa ke Jakarta,” terang Direktur PDAM Jeneponto, Junaedi, Senin (1/2/2021).

Dia menyebutkan, pembangunan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 30 miliar dari APBN pusat, untuk reservoir jaringan pipa transmisi dari waduk kareloe ke Paitana.

“Kebutuhan anggaran sekitar Rp 30 miliar. Untuk pengerjaannya pasti jadi. Paling lambat tahun 2022. Namun berharap dapat dipercepat ditahun 2021,” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait