Sul-Bar Terdampak Gempa, FORMASITA Turun Tangan

 

Takalar, Matasulsel Forum Mahasiswa Beasiswa Aspirasi Tamsil Linrung (FORMASITA), kembali membuktikan kepeduliannya dengan menggelar aksi “Formasita Peduli Sul-Bar” setelah mendengar kabar pada Jum’at, 15 Januari 2021 lalu, gempa bumi dengan magnitudo 6.2 SR menghantam Sulawesi barat tepatnya di kabupaten Mamuju dan Majene.

Bacaan Lainnya

Penanggung jawab kegiatan mengatakan “Aksi tersebut berlangsung  selama 5 hari (Kamis – Sabtu, 17-21 Januari 2021). Aksi peduli ini, dilakukan oleh seluruh pengurus Formasita dan penerima beasiswa serta berkolaborasi dengan berbagai organisasi/komunitas. Open donasi tersebut dilakukan dengan Door To Door ke rumah-rumah penerima beasiswa aspirasi Tamsil Linrung dan juga aksi open donasi ke masyarakat umum.

Pj Muh.Fahrezi, mewakili formasita mengucapkan banyak terimakasih kepada para donatur dan kepada pihak terkait yang telah memberikan kontrubusi terbaiknya selama kegiatan berlangsung.

“Semoga ini tidak menjadi akhir untuk pergerakan kemanusiaan yang kita lakukan, tetapi ini menjadi awal untuk aksi-aksi nyata yang luar biasa kedepannya,” ucap Pj kegiatan (Muh.Fahrezi)

Adapun paket bantuan yang disalurkan berupa: Beras, Pakaian, Alat mandi, mie, susu, roti, biskuit, air mineral, masker, minyak kayu putih dan lain sebagainya. Paket bantuan tersebut diturunkan disalah satu posko pengungsian tepatnya di Dusun Labuang Parabaya, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene pada hari Jum’at 22 Januari 2021 yang disambut hangat dan bahagia oleh masyarakat Sul-Bar.

Ketua umum formasita (Nur Jayadi) juga menambahkan “Kami dari Formasita bergegas untuk memenuhi panggilan kemanusiaan kepada korban bencana gempa Majene dan Mamuju. Ini adalah rutinitas yang menjadi tanggungjawab bagi organisasi kami hadir ditengah-tengah masyarakat dan mengabdikan diri sekaligus mewujudukan Tri Dharma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat,” Terang Ketua Umum Formasita.(*)

Penulis: RISFA (Sekum FORMASITA)
Editor : Takim

 

Pos terkait