Sungguh Miris Warga Pannampu Tinggal Didalam Lods Pasar Kumuh

Sungguh Miris Warga Pannampu Tinggal Didalam Lods Pasar Kumuh

Makassar, Matasulsel – Sungguh Miris Dg Mina (35). Warga Kelurahan Pannampu Kecamatan Tallo, tinggal di sebuah lods pasar tak layak huni, bersama suami dan empat orang anaknya.

Ketika disambangi SahabatKombes untuk menyerahkan Sedekah Jumat Kombes (SEJUK) di kediamannya, ada rasa iba yang sangat mendalam.

Bacaan Lainnya

Betapa tidak, dengan kondisi tempat tinggal yang pengap, berlantai tanah, berdinding tripleks dan karung bekas serta beratapkan seng tua yang sudah bocor sana sini dihuni dengan enam orang anggota keluarga di dalamnya.

Menurut penuturan, SahabatKombes Mutmainnah, sebelumnya Dg Mina dan keluarganya tinggal di bawah tangga Masjid Jannatul Firdaus Pasar Pannampu. Namun saat masjid direnovasi tiga tahun yang lalu, terpaksa Dg Mina pindah ke sebuah lods yang tak terpakai dengan status menumpang yang tak jauh dari Masjid.

“Kasihan sekali kondisi Dg Mina dan keluarganya. Kadang makan kadang tidak. Pengurus telah beberapa kali memberinya bantuan tapi masih terbatas”, Ujar Muthmainnah.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehari-hari Dg Mina bersama suaminya menjadi pemulung, mengumpulkan botol bekas dan sejenisnya untuk dijual ke pengumpul.

“Kadang kami dapat uang sepuluh ribu, jika beruntung bisa lebih”, Ungkapnya saat ditemui, Jumat (13/09/2019).

Dia juga mengisahkan tentang anaknya yang sudah bersekolah, namun sayang anak tertuanya yang duduk di Kelas 5 SD kadang harus bolos karena ikut memulung bersama dirinya. Sedangkan anaknya yang kedua yang sudah berusia 8 Tahun belum bersekolah hanya karena tak mampu membeli pakaian seragam sekolah.

” Saya tak punya biaya beli baju pak, termasuk kalau anak saya sakit di rumah saja karena tak punya kartu berobat”, Keluhnya.

Ketua Kombes LAW2 Makassar, Suryadi Yamin yang hadir saat penyerahan Paket SEJUK berharap pihak terkait bisa turun tangan membantu Dg Mina dan keluarganya.

“Mari ringankan beban hidup Dg Mina sekeluarga. Kasihan mereka, dengan empat anak yang masih kecil dan kondisi suaminya yang menderita penyakit epilepsi sangat butuh uluhan tangan pemerintah dan para dermawan”, Pungkasnya.

Pos terkait