Terlantarkan Istri, BK DPRD Jeneponto Cecar Legislator Gerindra

  • Whatsapp

JENEPONTO, MATA SULSEL – Setelah dilakukan pemanggilan sebanyak dua kali Anggota DPRD Jeneponto, Sulsel, Khadafi akhirnya memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK).

Hal itu dibenarkan oleh Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Jeneponto, Awaluddin Sindring saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (7/5/2021).

Bacaan Lainnya

“Iya sudah, kemarin (Kamis, red) jam 10 pagi hadir di ruangan,” ujar Awaluddin.

Ia mengatakan, pemanggilan Legislator Fraksi Gerindra itu ke BK untuk dimintai keterangan seputar laporan pertama yang dilayangkan oleh perempuan AD yang merupakan istrinya sendiri.

Ditanya tentang perihal surat aduan yang menyebut bahwa Khadafi menghamili AD sebelum dinikahi, Awaluddin menjelaskan hal itu nantinya dipertanyakan dalam sidang.

“Ada etika BK yang perlu dipahami, nanti hasil sidang yang akan menjawabnya. Seperti surat pertama tentu pertanyaannya pasti seputar itu,” jelasnya.

Kendati demikian, ada 18 pertanyaan yang ditujukan ke Khadafi. Salah satunya adalah terkait menghamili AD kemudian dinikahi dan saat ini ditelantarkan.

Awalauddin menyebut Khadafi mengaku siap memenuhi panggilan BK selanjutnya. Khadafi juga menyampaikan permohonan maaf lantaran tak memenuhi panggilan pertamanya.

“Permohonan maaf karena pada saat pemanggilan pertama ada bertepatan dengan urusan keluarga,” ungkapnya.

Meski telah mececar Khadafi dengan sejumlah pertanyaan, namun BK mengaku tak mengubris soal surat aduan Asra Dewi yang kedua. Surat kedua tersebut, Khadafi diduga telah menelantarkan istrinya pasca dinikahi.

“Karena persoalan itu urusan rumah tangganya, ada jalur atau cara untuk menyelesaikan kalau memang rumah tangga tidak bisa dipertahankan lagi dan persoalan tersebut tidak masuk dalam pelanggaran kode etik,” pungkasnya. (Ibrahim)

 

Pos terkait