Yuk, Telusuri Maha Karya Kyai Jumatang Rate yaitu Al Qur’an Dalam Tiga Bahasa

Arifuddin Lau
16 Mar 2024 17:10
EDUKASI 0 1239
3 menit membaca

Laporan : Tim Jelajah Ramadhan Berkah (Tim JRB).

JENEPONTO – Tim Jelajah Ramadhan Berkah (Tim JRB) kali ini melakukan kunjungan Silaturrahim di kediaman Ketua MUI Kabupaten Jeneponto KH Dr. Jumatang Rate, MA, Sabtu (16/3/2024).

Dalam kesempatan kunjungan yang istimewa ini KH.Jumatang bersama istri menyambut dengan penuh keramahan di kediamannya yang beralamat di Belokallong, Kelurahan Balang Toa, belakang kantor Baznas Kabupaten Jeneponto.

Tim JRB bersama Bachtiar Adnan Kusuma, tokoh literasi penerima penghargaan tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional RI, Duta Baca Kabupaten Jeneponto dan perwakilan Dinas Perpustakaan kabupaten Jeneponto.

Dalam kunjungan silaturahim di kediaman KH Jumatang bermaksud untuk melihat secara langsung karya beliau yakni kitab terjemahan Al Qur’an dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Arab sebagai Bahasa Al Qur’an, Bahasa Lontara Makassar dan Bahasa latin Makassar.

Berbagai pertanyaan kami seputar Al Qur’an dalam tiga bahasa pun spontan terlontar atas kekaguman kami melihat Maha Karya tersebut.

Apa yang menginspirasi Pak Kyai sehingga memutuskan untuk membuat Al Qur’an tiga bahasa,? tanya Tim JRB.

Dengan pelan Kyai Jumatang menjelaskan, suatu waktu saya melakukan ibadah Haji, lalu saat itu saya berkesempatan mengunjungi perpustakaan besar di kota Madinah, disitu saya melihat Al-Qur’an dalam terjemahan bahasa aksara Mandarin lengkap dengan latin Mandarin, kenang Kyai Jumatang.

Lalu, setelah kembali ke Jeneponto, saya mulai menuliskan Al Qur’an dalam bahasa Lontara Makassar tepatnya tahun 2006, secara serius saya melakukan penulisan 2008, butuh waktu sekitar enam tahun untuk merampungkan Al Qur’an tiga Bahasa, tutur Kyai Jumatang.

Lalu sejak kapan Al Qur’an tiga bahasa ini di cetak Kyai ?

Tahun 2011/2012, Al Qur’an tiga bahasa ini akhirnya di perbanyak atau dicetak oleh bagian Kesra Kabupaten Jeneponto atas persetujuan Bupati Jeneponto saat itu Radjamilo (Alm), ungkap Jumatang.

“Waktu itu atas persetujuan Karaeng Milo, diperintahkan Bagian Kesra untuk mencetak Al Qur’an tiga bahasa, dan dibagikan ke segenap masyarakat Jeneponto sesuai jumlah yang dicetak,” kenangnya lagi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tag Populer

Belum ada konten yang bisa ditampilkan.