Dinas P3A Jeneponto Gandeng Senior Fasilitator Suryani Hajar Sosialisasikan Pencegahan Perkawinan Anak di SMPN 1 Batang
Dalam pemaparannya, Suryani mengangkat sejumlah fakta dan contoh kasus nyata perkawinan anak yang terjadi di Jeneponto, serta menjelaskan dampak negatifnya terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak. Ia juga mengajak siswa untuk lebih memahami hak anak, pentingnya pendidikan, serta bagaimana menolak tekanan sosial atau budaya yang mendorong perkawinan usia dini.
“Anak-anak harus tahu bahwa mereka berhak untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita tanpa harus dibebani oleh tanggung jawab pernikahan yang belum saatnya,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Jeneponto untuk menekan angka perkawinan anak melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah. Para siswa terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif.
Dengan edukasi yang terus dilakukan, diharapkan semakin banyak anak dan orang tua yang sadar akan pentingnya menunda usia perkawinan demi masa depan Anak. (Riska).