Nurdin Halid Ingin Ritual Adat di Sulsel Dilestarikan
Dihilangkannya ritual adat pencucian benda pusaka di Kerajaan Gowa pada tahun lalu sempat membuat heboh. Itu bermula saat kepala daerah setempat menasbihkan diri menjadi ketua lembaga adat daerah yang tugas dan tanggungjawabnya terkesan menggeser Sombayya alias Raja Gowa. Imbasnya, pencucian benda pusaka alias Accera Kalompoang untuk pertama kali ditiadakan sejak empat abad silam.
“Pembersihan benda pusaka itu harusnya dilaksanakan setiap tahun. Itu bagian dari menjaga adat istiadat dan budaya setempat,” ujar NH.
Sebelumnya, Raja Gowa Andi Maddusila secara khusus memang meminta NH agar mampu melestarikan budaya dan adat istiadat daerah. “Jika terpilih menjadi Gubernur Sulsel, NH harus bisa melahirkan kebijakan yang melestarikan adat istiadat, bukan merusaknya!,” pinta dia.
Andi Maddusila melanjutkan pihaknya sangat merespons positif program calon gubernur yang berbasis kearifan lokal. Dan program demikian ternyata dimiliki Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).
“Program pembangunan berbasis kearifan lokal itu penting. Nah, dalam program ini implementasinya harus memberi perhatian kepada pembangunan budaya dan adat istiadat serta kultur lokal. Semoga itu bisa diwujudkan NH kelak,” pungkasnya. (*)