Kegiatan malam dipandu dengan tertib oleh panitia, di bawah pemantauan langsung Ketua Yayasan Masjid Agung Jeneponto, Dr. Syafruddin Nurdin.

“Saya sangat bersyukur dan terharu melihat antusiasme jamaah laki-laki dan perempuan yang datang dari hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Jeneponto bahkan ada jamaah dari luar, Pakistan dan negara Palestina,” ungkap Ketua Yayasan yang akrab disapa dr. Chapa’.

Malam ini menjadi lebih spesial dengan pelaksanaan sholat tasbih yang dipimpin oleh KH. Abdul Rahmat Al Hafidz, pimpinan Pondok Raudhatul Huffaz, dan sholat lail yang dipimpin oleh imam dari Palestina. Momen ini menciptakan rasa persaudaraan dan keakraban yang mendalam di antara jamaah.

Dengan harapan bahwa kegiatan ini membawa keberkahan bagi masyarakat, Dr. Syafruddin menegaskan, “Semoga kebahagiaan dan kesejahteraan senantiasa hadir di bumi Turatea Jeneponto dengan ridha Allah Azza wa Jalla.” Pungkasnya.

Kegiatan I’tiqaf ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga simbol persatuan dan kekuatan komunitas dalam menjalani bulan suci Ramadan. Semoga semangat ini terus berlanjut dan menginspirasi kita semua.

Spesial pada hari ke 25 Ramadhan, seluruh jamaah yang mengikuti Simaan mendapatkan hadiah Sajadah dari salah seorang tokoh jamaah masjid agung H. Mone. (Oji Pajeka).