Masa Swab On The Road Berakhir, Kadishub Makassar: Tunggu Perintah Walikota Apakah Diperpanjang atau Bagaimana

Masa Swab On The Road Berakhir, Kadishub Makassar: Tunggu Perintah Walikota Apakah Diperpanjang atau Bagaimana
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Iman Hud

MAKASSAR – Masa Program Swab On The Road yang dilaksanakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar berakhir hari Senin (23/8/2021).

Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Iman Hud mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk dari Wali Kota Makassar, Danny Pomanto apakah akan diperpanjang atau bagaimana.

Bacaan Lainnya

“Kita belum terima petunjuk dari wali kota. Kita masih menunggu petunjuk apakah ada model baru atau ditindaklanjuti kembali, kita tunggu perintah saja,” katanya.

Sebelumnya, program ini dimulai pada Kamis (12/8/2021) dengan melibatkan TNI Polri, Kejaksaan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, pihak kecamatan dan instansi terkait termasuk Para Musisi.

Hingga hari terakhir, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Iman Hud mengatakan program tersebut cukup berhasil.

Jumlah pengendara yang di-swab mencapai 5.211 orang. Sementara yang positif sebanyak 92 orang atau sekitar sekitar 1,7 persen. Awal-awalnya 2,6 persen,” kata Imam Hud, Senin (23/8/2021).

Dengan program Swab On The Road yang cukup berhasil tersebut, Dishub Makassar menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut terlibat.

“Atas nama wali kota, sebagai Kadishub, kami sampaikan terima kasih kepada dandim, kapolres, kejaksaan para musisi atas kerja sama dan partisipasi sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik,” sebutnya.

Imam menyebut peran seniman cukup produktif untuk menarik minat masyarakat melakukan swab antigen dalam program Swab On The Road tersebut.

“Keberadaan musisi membuat program ini berjalan secara humanis. Dimana yang tadinya masyarakat kurang semangat dan tegang sekarang merasa nyaman dan tidak was-was,” katanya.

Adapun yang dinyatakan positif swab antigen saat pemeriksaan di pos Swab On The Road akan dilakukan tracing hingga treatment.

“Yang positif ditindaklanjuti dan dilaporkan ke puskesmas sesuai dengan alamat KTP untuk di-tracing. Tracing ini penting karena semakin banyak di-tracing peluang memutus rantai penyebaran Covid-19 semakin baik. Kalau orang sakit kita berharap agar segera sembuh, namun kita upayakan agar tidak melakukan transmisi ke yang sehat. Makanya tracing jadi sangat penting,” katanya.

Dengan penerapan PPKM level 4 ini, Iman berharap masyarakat meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan saat beraktivitas.

“Kita semua harus menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi karena ini jadi penilaian sehingga level bisa turun. Meski level empat tapi ada kebijakan mall buka dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Ekonomi stagnan jika tidak diberi peluang pada pengusaha, sektor jasa,” pungkasnya (*/arya)

Pos terkait