Anggota DPRD Jeneponto Nur Amin Tantu Bantu IRT Yang Kurang Mampu

JENEPONTO, MATA SULSEL – Rahmatia (36) seorang ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal dalam gubuk derita, ia tinggal di gubuk tersebut sudah kurang lebih dari 5 tahun bersama 3 orang anaknya, di Lingkungan Tanetea, Kelurahan Bontotannga, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Ia tinggal bersama 3 orang anaknya di dalam rumah gubuk yang berukuran 3×4, yang katanya suaminya sudah lama meninggal, ia menghidupi anaknya seorang diri, kata Rahmatia, Senin (9/8/2021).

Bacaan Lainnya

Di tempat terpisah Nur Amin Tantu salah satu anggota DPRD Jeneponto, mengatakan saya sudah lama mencari informasi soal ibu ini setelah saya lihat beritanya di media sosial ( medsos) namun saya tidak menemukannya, tapi Alhamdulillah setelah saya dikonfirmasi oleh salah satu wartawan, saya langsung mengatakan antarkan saya kesana, ucapnya.

Saya meminta kepada wartawan tersebut untuk mengantarkan ke rumah ibu Rahmatiah, ironisnya, setelah saya sampai kerumah IRT tersebut, sungguh sangat memperhatinkan dan betul betul membutuhkan uluran tangan dari para dermawan, tambahnya.

Pantauan media ini, sesampainya dirumah ibu Rahmatiah, Nur Amin Tantu mendapati anak dari ibu tersebut sedang memijit ibunya yang lagi sakit, kemudian Amin Tantu membujuk Rahmatiah untuk mau ke dokter berobat, namun Rahmatiah menolak panggilan itu dengan alasan tidak mempunyai uang/ BPJS, namun Amin Tantu mengatakan kalau persoalan uang/BPJS itu bukan urusanta yang penting maujaki ke dokter, Alhamdulillah dengan ucapan tersebut, Rahmatiah langsung mengiyakan dan mau kedokter untuk berobat.

Kemudian Nur Amin Tantu membawa ibu rahmatiah ke dokter ilyas namun sesampainya di sana pasien dokter tersebut terlalu banyak, kemudian Amin Tantu bernisiatif untuk melanjutkan perjalan ke dokter Dani, dengan niat untuk kesembuhan ibu Rahmatiah, kemudian ia juga membawa Rahmatiah bersama anak anaknya ke warung untuk makan bersama, kata Rahmatia sembari menangis.

Nur Amin Tantu dari Fraksi Golkar tersebut juga memberikan berupa sembako dan membantu merenovasi rumah ibu Rahmatiah dengan membelikan seng 32 lembar agar bisa memperbaiki rumah ibu tersebut supaya bisa ditempati oleh keluarganya dengan layak.

Ia juga mengatakan, ini termasuk membayar hutang saya kalau bisa membatu orang orang yang mungkin sangat membutuhkan, karena sebelum saya begini, saya juga pernah merasakan bagaimana pahitnya kehidupan dikala itu, pungkasnya. (Ibrahim)

 

 

Pos terkait