Warga Minta Perhatian Walikota Makassar

MAKASSAR, MATA SULSEL – Harapan keluarga Elsye Ticualu, untuk bisa menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan tinggal keluarganya, dengan memasang pagar terhambat, Kepala Kelurahan Melayu Baru, Andhy Richard Andreas, dinilai Elsye telah bertindak melebihi kewenangannya, demikian ungkap Elsye kepada media Kamis, 22 September 2022.

“Pertimbangan kami untuk mendukung lorong wisata, sebagai program Wailkota Makassar, mestinya didukung pak lurah bukan malah menghambat,” paparnya. Kami sadar bahwa Pasar Bacan itu sudah ada sejak berpuluh tahun, namun jangan lupa kebersihannya juga harus dipelihara, tambahnya.

Bacaan Lainnya

Warga tidak mempersoalkan rencana perluasan pasar, tetapi pendekatannya harus manusiawi, dan juga mendengar aspirasi masyarakat yang berdiam di kawasan itu, karena mereka yang 24 jam bahkan berpuluh tahun merasakan situasinya. “Perluaan pasar silahkan, jangan sampai hak-hak warga juga dirugikan,” papar alumni Jurnalistik, Fisip Unhas itu.

Bahkan ada yang mengaku wartawan, yang juga pengurus pasar dan LPM Kelurahan Melayu Baru, yang mengeluarkan kata-kata tidak sopan, saat warga meminta agar pengeloaan penjual tertib dan tidak menutup depan lorong, tempat keluar masuk warga. Tulisan peringatan agar menjaga kebersihan usai pasar juga tidak diindahkan.

“Sekarang saya dan keluarga juga mulai dirugikan, untuk menjaga keamanan rumah warga berjumlah 15 petak dalam lorong, dengan berniat memasang pintu pagar malah dilarang,” ujarnya. Dengan alasan fasilitas umum yang tidak boleh kami kuasai, tambah Elsye dengan nada heran.

“Kami tidak mempersoalkan keberadaan pasar, karena sudah berpuluh tahun ada disitu, yang kami persoalkan adalah hak-hak warga yang bermukim di kawasan itu juga dihargai,” paparnya. Terutama Lemaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang tugasnya adalah pemberdayaan masyarakat, mestinya memahami keluhan dan kegelisahan masyarakat.

Informasi yang diperoleh melalui salah satu pedagang Pasar Bacan, retribusi mereka bervariasiminimal Rp15 ribu per hari. Itu di luar jualan meja lapak bagi penjual yang harganya juga beragam dan menyentuh jutaan rupiah. Pedagang yang enggan dimediakan itu, mengaku tidak mengetahui ihwal adanya keluhan warga

Salah seorang warga berinisail ‘T’ mengaku beberapa bulan lalu pernah dimasuki pencuri bersembunyi di dalam, tidak ada yang bantu, hingga dilaporkan ke Polisi. Makanya untuk mencegah berulangnya peristiwa itu, warga berniat memasang pagar, dan lurah melarangnya.

Upaya konfirmasi ke lurah, belum berhasil karena menurut staf lurah sedang dinas luar. Oknum LPM yang disebut salah satu warga bernama ‘OS’ yang selama ini ikut terlibat dalam pengelolaan kawasan pasar, tetapi tidak bisa mewakili aspirasi warga.(@)

Pos terkait